Koranindopos.com – JAKARTA – Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 akan menerapkan pengawasan berlapis guna mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan dalam ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Langkah ini dilakukan setelah maraknya kasus kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi perhatian serius dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Abd Aziz, mengatakan UM-PTKIN 2026 akan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang dirancang untuk memastikan proses seleksi berjalan jujur, objektif, dan efisien.
Menurutnya, pengawasan akan dilakukan dengan dukungan teknologi digital serta pengawas khusus di lokasi ujian.
“Bahwa nanti kita akan ada beberapa alat digital untuk mengawasi kepada mereka, dan tentu kita juga akan mempunyai pengawas SSE yang ada di situ juga,” ujar Aziz dalam konferensi pers pendaftaran UM-PTKIN 2026 di The Grand Platinum Hotel, Rabu (13/8/2026).
Panitia menegaskan bahwa sistem pengawasan tahun ini dibuat lebih ketat untuk meminimalkan potensi kecurangan selama ujian berlangsung.
Beberapa langkah yang diterapkan antara lain:
- Penggunaan alat detektor digital
- Pengawasan langsung oleh petugas SSE
- Pemantauan aktivitas peserta selama ujian
- Sistem keamanan berbasis komputer
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan proses seleksi yang lebih transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Kasus kecurangan dalam pelaksanaan SNBT sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara UM-PTKIN.
Panitia ingin memastikan pelaksanaan ujian berlangsung lebih aman dengan memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi upaya pelanggaran, termasuk penggunaan perangkat ilegal maupun praktik kerja sama antar peserta.
Dengan sistem pengawasan yang lebih modern, panitia berharap integritas seleksi masuk perguruan tinggi tetap terjaga.
UM-PTKIN merupakan salah satu jalur seleksi nasional untuk masuk ke berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia.
Melalui sistem SSE, peserta akan mengikuti ujian berbasis komputer yang dinilai lebih efisien dan memudahkan proses seleksi secara nasional.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti ujian dengan jujur dan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan.(dhil)










