koranindopos.com , Jakarta, PT Jetour Sales Indonesia memutuskan menunda peluncuran mobil listrik Jetour X50e di pasar otomotif nasional. Keputusan ini diambil untuk memastikan kesiapan ekosistem pendukung serta kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.
Meski sebelumnya telah diperkenalkan ke publik, Jetour menilai peluncuran kendaraan listrik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Perusahaan asal China tersebut memilih mengedepankan riset pasar dan penyesuaian produk dibanding sekadar menjadi yang tercepat dalam menghadirkan teknologi baru.
Direktur Pemasaran PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyebut bahwa kesiapan infrastruktur dan pengalaman kepemilikan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan kendaraan listrik di Tanah Air.
“Bukan hanya soal siapa yang paling cepat menghadirkan teknologi, tetapi juga kesiapan ekosistem dan relevansi produk bagi konsumen Indonesia,” ujarnya.
Jetour saat ini tengah melakukan berbagai penyesuaian teknis, termasuk pemilihan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. Langkah ini bertujuan agar kendaraan yang nantinya dipasarkan benar-benar fungsional dan nyaman digunakan di berbagai kondisi wilayah Indonesia.
Selain spesifikasi kendaraan, perusahaan juga menaruh perhatian pada kesiapan produksi lokal serta layanan purnajual. Hal ini dianggap penting untuk menjamin kenyamanan dan kepastian bagi konsumen dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan produk yang diluncurkan benar-benar siap, baik dari sisi fitur, produksi, maupun ekosistem pendukungnya,” kata Ranggy.
Sebelumnya, Jetour telah memperkenalkan X50e dalam ajang Indonesia International Motor Show 2025 sebagai bagian dari strategi untuk mengukur minat pasar. Saat ini, perusahaan masih mengumpulkan data terkait respons dan antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik tersebut.
Secara global, Jetour X50e diproyeksikan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 53,6 kWh dengan jarak tempuh hingga 401 kilometer dalam sekali pengisian.
Meski jadwal peluncuran resminya belum ditetapkan, Jetour tetap optimistis terhadap prospek kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan menegaskan akan melanjutkan pengembangan produk hingga siap diluncurkan dengan dukungan ekosistem yang memadai. (dni)










