Kamis, 1 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

ADINKES Dorong Akselerasi Penurunan Stunting dan Sinergi Lintas Sektor Melalui Penghargaan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
29 Oktober 2025
in Kesehatan
A A
0
ADINKES
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA — Penurunan angka stunting terus menjadi prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kolaborasi antar Kementerian, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta inovasi kebijakan yang melibatkan sektor pangan dan kesehatan, berbagai langkah strategis terus diperkuat. Salah satu inovasi yang muncul adalah pemanfaatan Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK), yang terbukti efektif dalam mendukung upaya penurunan stunting.

PKMK adalah produk pangan yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi individu dengan kondisi medis tertentu, seperti anak-anak yang berisiko stunting atau mengalami gangguan pertumbuhan. Produk ini hanya boleh digunakan di bawah pengawasan tenaga medis karena kandungan nutrisinya disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien. Inovasi ini menjadi strategi penting dalam memastikan intervensi gizi dapat terlaksana secara efektif, merata, dan berkelanjutan hingga tingkat lokal.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menekankan bahwa penurunan stunting bukan hanya sebuah program, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. “Pemerintah daerah harus mencatatkan strategi percepatan penanganan stunting dengan tepat dan memastikan implementasi yang efektif di lapangan. Banyak daerah telah menunjukkan praktik baik, seperti pembentukan tim percepatan dan desa siaga stunting, yang perlu terus diperbanyak dan direplikasi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Kemenkes Pangkas Syarat SKP Dokter, dari 250 Jadi 160 dalam 5 Tahun

Informed Consent Jadi Bagian Penting dalam Perkara Pelayanan Medis di RSUP Fatmawati

Wamenkes Ungkap Rencana Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang

Bima Arya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran, agar dana yang tersedia dapat digunakan untuk memastikan ketersediaan gizi dan obat-obatan yang diperlukan untuk program penurunan stunting. “Kadang masih ada anggaran yang tidak digunakan secara optimal, padahal bisa dialihkan untuk memastikan kebutuhan gizi tercukupi,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat peran pemerintah daerah, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) bersama dengan Kemendagri dan Kemenkes terus mempererat kolaborasi lintas sektor. Hal ini bertujuan agar kebijakan gizi nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah. Komitmen ini diperkuat dalam gelaran Pentaloka Nasional bertema Layanan Primer Kuat, Indonesia Sehat yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2025 di Solo, dengan mengangkat isu-isu seperti penanggulangan stunting, AIDS-TBC-Malaria, hipertensi, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Komitmen ADINKES untuk Penguatan Kapasitas Daerah

Dalam sambutannya, Ketua Umum ADINKES, dr. M. Subuh, MPPM, menegaskan komitmen ADINKES dalam memperkuat kapasitas Dinas Kesehatan di provinsi dan kabupaten/kota dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program penanganan stunting. “Kami percaya bahwa tantangan yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan di berbagai daerah bukanlah masalah, melainkan peluang untuk berkolaborasi. ADINKES selalu berpendapat bahwa tantangan ini harus dijawab dengan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” ujar dr. Subuh.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil, target penurunan angka stunting, kematian ibu dan anak, serta peningkatan umur harapan hidup dapat tercapai.

Penghargaan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)

Sebagai bentuk apresiasi atas upaya pengendalian stunting yang telah dilakukan di berbagai daerah, ADINKES memperkenalkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) Award 2025. Penghargaan ini diberikan kepada daerah dengan capaian terbaik dalam pengendalian stunting selama periode 2024 hingga Juli 2025. Pada Pentaloka Nasional tersebut, penghargaan ini diterima oleh 64 kota dan kabupaten di Indonesia, sebagai simbol dedikasi dan kerja sama lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting.

Pemberian GMBS Award 2025 diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat implementasi program pengendalian stunting, serta mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting pada tahun 2045.

Penguatan Pedoman dan Tata Laksana Stunting

Kementerian Kesehatan terus memperkuat pedoman penanganan stunting agar pelaksanaannya semakin terarah dan sesuai dengan perkembangan terkini. Dakhlan Choeron, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, menjelaskan bahwa kebijakan dan tata laksana penanganan stunting sudah memiliki dasar hukum yang kuat dan selalu diperbarui. “Proses harmonisasi peraturan baru sedang berlangsung agar kebijakan pencegahan dan percepatan penurunan stunting dapat lebih efektif,” ujarnya.

Efektivitas PKMK dalam Perbaikan Status Gizi Anak

Intervensi berbasis PKMK terbukti efektif dalam memperbaiki status gizi anak yang mengalami malnutrisi atau stunting. dr. Nur Aisiyah Widjaya, Sp.A(K), Subspesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik, menjelaskan bahwa PKMK membantu mempercepat perbaikan berat badan dan tinggi badan anak, terutama dalam tiga hingga enam bulan pertama terapi. “Studi klinis menunjukkan bahwa intervensi dengan PKMK lebih efisien dan mengurangi lama perawatan dibandingkan dengan terapi gizi konvensional,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan PKMK juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. “Penelitian menunjukkan adanya penghematan biaya perawatan, serta penurunan komplikasi pada anak dengan malnutrisi atau penyakit kronik. Ini menunjukkan bahwa PKMK dapat menjadi solusi gizi yang berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan anak,” tambah dr. Nur Aisiyah.

Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)

Dalam kesempatan ini, Rita Novianti, Healthcare Nutrition Solution Director Sarihusada, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dari hulu ke hilir dalam penanggulangan stunting. “Melalui Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS), kami berkomitmen mendukung lahirnya generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebagai bentuk ajakan nyata kepada para ibu di seluruh Indonesia, GMBS juga mengedepankan “3 Langkah Maju” yang sederhana namun berdampak besar dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak, yaitu:

  1. Mengukur tinggi dan berat badan anak secara rutin.

  2. Mengajak anak untuk berkonsultasi ke dokter guna memantau pertumbuhannya.

  3. Memberikan nutrisi yang teruji klinis sesuai dengan kebutuhan anak.

Dengan tiga langkah ini, diharapkan para ibu dapat berperan aktif dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi bagian dari generasi maju Indonesia yang bebas stunting. (rls/sh)

Topik: ADINKESStunting

TerkaitBerita

Kemenkes Pangkas Syarat SKP Dokter, dari 250 Jadi 160 dalam 5 Tahun
Kesehatan

Kemenkes Pangkas Syarat SKP Dokter, dari 250 Jadi 160 dalam 5 Tahun

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Informed Consent Jadi Bagian Penting dalam Perkara Pelayanan Medis di RSUP Fatmawati
Kesehatan

Informed Consent Jadi Bagian Penting dalam Perkara Pelayanan Medis di RSUP Fatmawati

oleh Editor : Akula
30 September 2026
Wamenkes Ungkap Rencana Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang
Kesehatan

Wamenkes Ungkap Rencana Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut
Kesehatan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

oleh Editor : Akula
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Liga Silaturahmi Puri Arraya 1 Tahap 2, Tahun 2026 Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

Liga Silaturahmi Puri Arraya 1 Tahap 2, Tahun 2026 Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

1 Oktober 2026
Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Pada Generasi Muda Lewat Sesi ‘Alumni Calling’ Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Pada Generasi Muda Lewat Sesi ‘Alumni Calling’ Indonesia Punya Kamu 2026

1 Oktober 2026
UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

1 Oktober 2026
Kemenkes Pangkas Syarat SKP Dokter, dari 250 Jadi 160 dalam 5 Tahun

Kemenkes Pangkas Syarat SKP Dokter, dari 250 Jadi 160 dalam 5 Tahun

1 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4821 shares
    Share 1928 Tweet 1205
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya