Koranindopos.com, Jakarta – Gaya hidup urban yang serba cepat sering kali menuntut mobilitas tinggi, namun tanpa disadari mengorbankan aset paling berharga: kesehatan tubuh. Salah satu sistem yang paling pertama dan paling parah terkena dampaknya adalah sistem pencernaan.
Berangkat dari realitas kebiasaan masyarakat modern yang kian memprihatinkan, gangguan pencernaan tidak lagi sekadar urusan “sakit perut biasa”. Fenomena penurunan kualitas kesehatan lambung dan usus inilah yang melatarbelakangi RS EMC Alam Sutera untuk mengambil langkah konkret dengan meluncurkan EMC Digestive Center (EMDIC) sebagai New Center of Excellence terpadu.
Lantas, kebiasaan sehari-hari apa saja yang secara perlahan merusak sistem pencernaan kita hingga membutuhkan penanganan medis spesifik?
3 Dosa Gaya Hidup Modern terhadap Lambung dan Usus:
1. Pola Makan “Tinggi Kalori, Rendah Nutrisi” dan Serat
Makanan cepat saji (fast food), camilan tinggi gula, serta makanan berlemak jenuh telah menjadi bagian dari menu harian kaum urban. Minimnya konsumsi serat dari sayur dan buah membuat pergerakan usus melambat, memicu sembelit kronis, hingga merusak keseimbangan mikrobioma (bakteri baik) di dalam usus.
2. Manajemen Stres yang Buruk (Brain-Gut Axis)
Pekerjaan yang menumpuk dan kurang tidur memicu stres psikologis. Secara biologis, otak dan saluran pencernaan terhubung sangat kuat melalui jalur saraf yang disebut brain-gut axis. Saat seseorang mengalami stres, produksi asam lambung akan melonjak tajam, otot saluran cerna menegang, dan memicu sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) atau maag fungsional.
3. Kebiasaan Makan Terburu-buru dan Sedentary Lifestyle
Tuntutan waktu membuat banyak orang mengunyah makanan terlalu cepat atau langsung berbaring setelah makan. Ditambah dengan kebiasaan kurang bergerak (sedentary lifestyle), hal ini memicu terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar (heartburn).
Melihat tren penyakit pencernaan yang kian kompleks akibat gaya hidup tersebut, EMC Healthcare meluncurkan EMDIC di RS EMC Alam Sutera pada Rabu (24/6/2026). Pusat ini diintegrasikan khusus untuk memberikan penanganan dari hulu ke hilir: mulai dari konsultasi spesialis, endoskopi, kolonoskopi, bedah digestif, hingga rehabilitasi nutrisi guna memperbaiki pola hidup pasien.
“Sebagai bagian dari EMTEK Group, kami memiliki komitmen tinggi untuk senantiasa mengikuti pesatnya perkembangan teknologi di bidang kedokteran. Kami mendukung para dokter untuk mengembangkan berbagai layanan unggulan baru termasuk di bidang digestive,” ujar Jusup Halimi, Presiden Direktur EMC Healthcare di RS EMC Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (24/6/2026).
”Melalui EMDIC, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan pencernaan yang terintegrasi, didukung oleh tim dokter multidisiplin, teknologi modern, serta standar pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien. Kami berharap kehadiran EMDIC dapat membantu masyarakat memperoleh diagnosis lebih dini dan penanganan yang optimal,” lanjut Jusup Halimi.
Banyak orang menganggap remeh gejala awal seperti kembung, begah, atau nyeri ulu hati dengan hanya mengonsumsi obat bebas. Padahal, akumulasi dari gaya hidup buruk yang dibiarkan bertahun-tahun bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius, seperti radang usus kronis hingga kanker kolorektal.
Koordinator EMDIC, Dr. dr. Nella Suhuyanly, Sp.PD – KGEH, FINASIM, mengingatkan pentingnya mengubah paradigma masyarakat dari sekadar mengobati menjadi mencegah melalui pemeriksaan berkala.
“Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pencernaan secara berkala masih perlu ditingkatkan. Dengan adanya EMDIC, kami berharap masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan pemeriksaan preventif, deteksi dini, diagnosis hingga penanganan penyakit pencernaan yang kompleks”, jelas Dr. dr. Nella Suhuyanly.
Hadirnya EMDIC di seluruh jaringan rumah sakit di bawah EMC Healthcare diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus solusi total bagi masyarakat urban. Mengusung tagline “Providing Holistic, Integrated Care with Value and Excellence”, pusat kesehatan yang diperkuat oleh 8 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi ini siap membantu Anda merebut kembali kualitas hidup optimal dimulai dari saluran cerna yang sehat. (BRG/Hend)










