Senin, 27 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Infrastruktur

AFPI Bersama OJK & Bank Mandiri Jajaki Kolaborasi Antar LJK Dalam Fintech LendingDays

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
1 November 2022
in Infrastruktur
A A
0
AFPI
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Yogyakarta Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Fintech Lending Days di Yogyakarta yang melibatkan 300 peserta dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mahasiswa, dan masyarakat umum.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan acara ini dilakukan untuk meningkatkan kolaborasi antar Lembaga Jasa Keuangan (LJK) juga OJK selaku regulator dalam mewujudkan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia. Sebelumnya, tiga acara serupa juga telah dilaksanakan di tiga kota lainnya, yakni Malang, Bali, dan Yogyakarta.

“Fitech Lending Days di Yogyakarta kali ini berisi serangkaian kegiatan, termasuk speed dating atau upaya penjajakan potensi kolaborasi antara Bank Mandiri selaku calon mitra pemberi dana (lender) dengan para anggota AFPI selaku penyelenggara jasa fintech lending atau fintech pendanaan bersama.

Kunjungan ke UMKM-UMKM di Yogyakarta, lalu ada pula pameran dan talkshow oleh 23 anggota AFPI yang mendukung acara hari ini, baik anggota penyelenggara fintech pendanaan maupun anggota pendukung seperti UKU, Privy, UATAS, Modal Nasional, Easycash, dan CLIK. Semua kita lakukan untuk mengenalkan masyarakat, khususnya UMKM dengan fintech lending guna meningkatkan literasi keuangan dan akses pembiayaan,” kata Adrian pada pembukaan hari kedua acara Fintech Lending Days di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Kamis (27/10).

Artikel Terkait

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah

Adrian menambahkan perkembangan industri fintech pendanaan bersama secara nasional sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. AFPI mencatat, sejak 2017 hingga Agustus 2022, agregat penyaluran pendanaan oleh anggotanya telah mencapai Rp436,12 triliun yang disalurkan oleh 945.131 lender kepada 88,21 juta borrower.

Adapun hingga Desember 2021, Fintech Pendanaan Bersama sudah menyalurkan Rp256 triliun dengan peningkatan setiap tahunnya, dimana tahun 2021 tumbuh 112% secara tahunan, sedangkan tahun 2020 bertumbuh 25%, prediksi pada tahun ini, 2022, penyaluran pertahunnya akan mencapai Rp 250 triliun.

Perkembangan fintech pendanaan bersama yang demikian pesat tidak lepas dari kolaborasi dengan digital ekosistem, penyelenggara fintech lending yang dapat memotret profil risiko UMKM dengan lebih komprehensif. Termasuk adanya kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan lainnya seperti Lembaga Informasi Perkreditan atau LPIP, Perusahaan Penilaian Kredit Digital dengan Data Alternatif, Perusahaan Penyedia Layanan pengenalan pelanggan secara elektronik atau digital yang melibatkan sistem (E-KYC) dan tanda tangan digital, tak lupa juga perbankan, BPR, BPD, dan perusahaan pembiayaan.

“Dengan kolaborasi efektif inilah, maka penyelenggara fintech pendanaan bersama dapat menjangkau pembiayaan ke lebih banyak UMKM di Tanah Air,” ujar Adrian.

Di acara yang sama, Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI Entjik S. Djafar menyebutkan AFPI gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk memberikan gambaran peranan fintech P2P lending atau Fintech Pendanaan Bersama di Indonesia yang seiring dengan revolusi industri 4.0 yang mengubah perilaku masyarakat yakni semakin dekat dengan keuangan finansial digital.

Kesenjangan pembiayaan atau credit gap di Indonesia memang masih sangat besar, mencapai Rp1,650 triliun. Credit gap ini juga terjadi khususnya di kalangan UMKM, di mana sebanyak 46,6 juta UMKM masih kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari lembaga jasa keuangan lainnya.

Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi fintech pendanaan bersama karena kebutuhan pembiayaan tersebut tidak hanya terpusat di satu daerah tetapi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara lembaga jasa keuangan yang ada di Indonesia agar cita-cita bersama untuk memeratakan inklusi keuangan bisa segera direalisasikan.

Hingga saat ini, penyaluran pendanaan oleh fintech pendanaan berizin OJK di Yogyakarta secara agregat telah mencapai Rp 5 Triliun. Pendanaan tersebut berasal dari 16.857 lender (pemberi pinjaman) dan disalurkan kepada 917.799 borrower (penerima pinjaman). Adapun outstanding penyaluran dana di Yogyakarta saat ini mencapai Rp614 miliar dan diprediksi akan terus bertumbuh seiring dengan semangat literasi dan inklusi keuangan yang melekat pada produk fintech lending.

“Melihat begitu besarnya peranan fintech pendanaan bersama bagi perekonomian nasional khususnya untuk meningkatkan inklusi keuangan dan akses keuangan UMKM, ke depannya hal-hal tersebut yang akan menjadi perhatian dalam arah strategis AFPI sebagai asosiasi dari penyelenggara fintech pendanaan bersama,” ujar Entjik pada hari pertama penyelenggaraan Fintech Lending Days di Yogyakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta menyebutkan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang kerap menjadi penyelamat di kala krisis melanda.

Oleh karena itu, OJK memiliki komitmen tinggi untuk mendukung kemajuan UMKM. Salah satunya adalah lewat edukasi dan upaya mempermudah inklusi keuangan di kalangan UMKM seperti yang dilakukan melalui acara Fintech Lending Days bersama AFPI.

“OJK menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada AFPI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Parjiman menyebutkan pelaksanaan Fintech Lending Days oleh AFPI bersama OJK dan Bank Mandiri di Yogyakarta menjadi momen tepat untuk bisa membangun kerja sama dan sinergi dalam meningkatkan inklusi dan akses keuangan bagi pelaku UMKM di Yogyakarta. Pasalnya, UMKM mendominasi hampir 99,99% jenis usaha di Yogyakarta dengan total 341.835 UMKM tercatat yang terdiri atas 323.072 pelaku usaha mikro, 16.653 pelaku usaha kecil, dan hanya 2.110 yang tergolong pelaku usaha skala menengah.

“UMKM produktif merupakan kunci utama dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Akan tetapi UMKM ini sering terkendala dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan karena minimnya informasi dan profil dari UMKM serta biasanya belum memenuhi persyaratan terkait manajemen risiko,” kata Parjiman.

Sementara itu, VP Corporate Banking Bank Mandiri, Affin Rahman, menyambut baik kesempatan eksplorasi kerja sama antara Bank Mandiri dengan pelaku usaha fintech pendanaan anggota AFPI lewat kegiatan speed dating yang dilaksanakan sebagai bagian dari acara Fintech Lending Days.

“Bank Mandiri siap untuk mengeksplorasi lebih jauh kesempatan kerja sama dan kolaborasi dengan para anggota AFPI demi mewujudkan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya Yogyakarta. Eksplorasi kerja sama ini tidak terbatas hanya pada channeling tetapi juga berbagai solusi perbankan lainnya yang dapat mempermudah business process secara end to end” ujarnya. (ris)

Topik: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)Fintech Lending DaysOtoritas Jasa Keuangan (OJK)

TerkaitBerita

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir
Infrastruktur

Penertiban 65 Bangunan Liar di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Pemkab Bogor Normalisasi Aliran Air untuk Cegah Banjir

oleh Editor : Doe
14 Juli 2026
Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 
Infrastruktur

Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin dan Preventif Ruas Jalan Tol 

oleh Editor : Anggoro
18 Juni 2026
Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah
Ekonomi

Penanaman Padi PS 08 di Carita Didorong Jadi Model Penguatan Pangan Daerah

oleh Editor : Akula
26 April 2026
Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026
Infrastruktur

Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

oleh Editor : Doe
2 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Indonesia Catat Sejarah, Fosil Dinosaurus Asli dari China Dipamerkan Perdana di Tahir Solo Museum

Indonesia Catat Sejarah, Fosil Dinosaurus Asli dari China Dipamerkan Perdana di Tahir Solo Museum

27 Juli 2026
Jangan Lewatkan! Ini Alasan Buah Penting Dikonsumsi Setelah Olahraga

Jangan Lewatkan! Ini Alasan Buah Penting Dikonsumsi Setelah Olahraga

27 Juli 2026
BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

BPKH Percepat Digitalisasi Ekosistem Haji dan Umrah Lewat GoSahl Roadshow 2026

27 Juli 2026
Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

Bitcoin Masih Berpeluang Menguat, FLOQ: Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar

27 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4075 shares
    Share 1630 Tweet 1019
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    602 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya