Koranindopos.com, JAKARTA – Untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan sosial, wadah khusus yang nyaman bagi penyandang disabilitas terus dihadirkan di Jakarta. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono meresmikan Rumah Digital untuk disabilitas di Jalan Teluk Betung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Heru menyebutkan, Rumah Digital untuk Disabilitas merupakan wadah bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk berkarya dan mendapatkan akses informasi. Mulai dari forum digital, agenda acara, pelatihan kerja dan UMKM, hingga lowongan kerja seputar dunia disabilitas.
Rumah Digital tersebut merupakan inisiasi Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia bersama beberapa kolaborator seperti Productive+, FELLO yang merupakan platform e-money untuk mendukung transaksi cashless di era digital yang user friendly bagi penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan itu, Heru menyampaikan, hadirnya keberadaan Rumah Digital juga bisa meningkatkan kemampuan literasi digital bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut disebutkannya sesuai dengan visi Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua.
”Sudah menjadi kewajiban kita untuk mempermudah rekan-rekan disabilitas dalam berkomunikasi lebih luas lagi, dan tidak merasa sendiri, ada teman. Sehingga mereka bisa mempunyai ide dan memberikan inovasi-inovasi yang kadang kala tidak kita pikirkan,” ujarnya.
Dia juga berharap penyandang disabilitas bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di sana. ”Adanya rumah digital ini mempermudah dan menjembatani teman-teman disabilitas dalam memperoleh berbagai informasi bermanfaat melalui dukungan infrastruktur secara teknologi,” katanya.
Sementara itu sebagai disabilitas, Angkie Yudistia menyadari adanya kesulitan penyandang disabilitas dalam mendapatkan akses informasi dan pola berkomunikasi. Hal itu yang juga dirasakan oleh hampir semua ragam penyandang disabilitas di Indonesia.
”Dalam hal literasi digital, penyandang disabilitas sangat minim (kemampuan), salah satunya adalah minimnya komputer di Sekolah Luar Biasa (SLB). Dengan adanya wadah rumah digital untuk disabilitas ini bisa menjadi jawaban, sehingga penyandang disabilitas memperoleh informasi, pelatihan kerja, dan UMKM, serta pendampingan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital,” katanya Angkie.
Angkie juga menyampaikan, kemunculan Rumah Digital Untuk Disabilitas juga sebagai wadah yang dapat melahirkan talenta digital yang memenuhi kebutuhan pasar kerja nasional secara vokasi. Hal ini didukung juga oleh forum inklusif dan interaktif berbasis digital pertama di Indonesia yang mempertemukan seluruh penyandang disabilitas dengan para pemangku kebijakan, yakni Productive+ sebagai forum digital berbasis aplikasi android untuk penyandang disabilitas, yang saat ini berjumlah lebih dari 42.000 users penyandang disabilitas. (wyu/mmr)










