koranindopos.com – Jakarta. Aktivitas magmatik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih tergolong tinggi berdasarkan hasil pemantauan kegempaan periode 22–23 Juli 2025. Meski demikian, terdapat indikasi penurunan pelepasan gas vulkanik, yang diduga akibat adanya sumbatan di saluran magma gunung tersebut.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangannya yang diterima pada Kamis (24/7/2025), menyampaikan bahwa kondisi ini harus diwaspadai. Penurunan gas bukan berarti aktivitas menurun, melainkan bisa menjadi indikasi tekanan gas yang tertahan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya letusan besar yang bersifat eksplosif.
“Aktivitas magmatik masih cukup kuat, tetapi terjadi penurunan pelepasan gas yang kemungkinan disebabkan adanya sumbatan. Sumbatan ini dapat meningkatkan potensi erupsi yang bersifat eksplosif dikarenakan akumulasi gas yang tidak dapat keluar,” ujar Wafid.
Hasil pengamatan visual dan seismik menunjukkan bahwa gempa-gempa vulkanik dalam dan dangkal masih kerap terjadi. Hal ini menandakan bahwa pergerakan magma di bawah permukaan masih aktif. Namun, tidak adanya pelepasan gas yang signifikan bisa berarti tekanan sedang terakumulasi di dalam tubuh gunung.
Dengan kondisi ini, Badan Geologi mengimbau warga, terutama yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah maupun petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA). Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada dalam Level III (Siaga). Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan koordinasi dengan BPBD setempat guna mengantisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.
Letusan eksplosif biasanya ditandai dengan lontaran material pijar, awan panas, dan hujan abu yang meluas. Dalam kasus penyumbatan saluran magma, risiko letusan semacam ini menjadi lebih besar karena tekanan gas yang terus terakumulasi tanpa jalan keluar.
Wafid menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan Gunung Lewotobi secara intensif, termasuk melalui pengukuran deformasi gunung dan pemantauan visual langsung.(dhil)










