Koranindopos.com, Jakarta – Suasana berbeda terasa di Columbia Asia Hospital BSD menjelang perayaan Hari Raya Natal. Di tengah aktivitas medis yang berjalan seperti biasa, rumah sakit tersebut menghadirkan nuansa hangat melalui pertunjukan musik Natal yang digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Yayasan Musik Jakarta dan ditujukan untuk menghadirkan ketenangan bagi pasien, keluarga, serta pengunjung rumah sakit.
Pertunjukan musik itu menjadi jeda emosional di tengah rutinitas perawatan kesehatan. Alunan lagu-lagu Natal mengisi area rumah sakit, menghadirkan suasana yang lebih damai dan menenangkan. Bagi pasien yang tengah menjalani perawatan, musik menjadi medium untuk sejenak melupakan rasa cemas sekaligus merasakan kembali makna Natal meski berada jauh dari rumah.
Lebih dari sekadar hiburan, musik diposisikan sebagai sarana refleksi spiritual. Natal, yang identik dengan pengharapan dan kasih, dihadirkan dalam bentuk yang sederhana namun menyentuh. Kehadiran musik diharapkan mampu menguatkan batin pasien dan keluarga, sekaligus memberikan energi positif dalam proses pemulihan yang sedang dijalani.
Direktur Columbia Asia Hospital BSD, dr. Jeffry Oeswadi, MARS, FISQua, menilai bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Menurutnya, ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual kerap menjadi faktor pendukung yang tak kalah penting dalam perjalanan kesembuhan pasien.

“Di luar perawatan medis, ketenangan batin, doa, dan penguatan spiritual sering kali menjadi sumber kekuatan bagi pasien dan keluarga. Melalui kolaborasi ini, kami berharap suasana Natal yang penuh makna dapat membantu menghadirkan rasa tenang dan optimisme,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Yayasan Musik Jakarta juga mencerminkan upaya rumah sakit dalam membangun layanan kesehatan yang lebih humanis. Columbia Asia Hospital BSD membuka diri terhadap kerja sama lintas komunitas sebagai bagian dari pendekatan holistik yang memandang pasien sebagai manusia utuh, dengan kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual.
Medical Service Manager Columbia Asia Hospital BSD, dr. Nina Bonauli Nasution, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana layanan kesehatan dapat bersinergi dengan dunia seni dan budaya. Ia menilai sentuhan musik mampu memperkaya pengalaman pasien selama berada di rumah sakit.
“Kami mengapresiasi kehadiran Yayasan Musik Jakarta yang telah menghadirkan sentuhan seni dan spiritualitas di rumah sakit. Kolaborasi ini sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas seni serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan yang memberi nilai positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Dari pihak Yayasan Musik Jakarta, partisipasi dalam acara ini juga dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Melalui musik, yayasan berupaya menghadirkan nilai kemanusiaan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi kondisi kesehatan yang menantang.
Shintia, selaku Marketing Yayasan Musik Jakarta, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai musik memiliki peran penting sebagai bahasa universal yang mampu menyentuh berbagai lapisan emosi manusia.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan Columbia Asia Hospital BSD. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas institusi dalam menghadirkan nilai edukatif, sosial, dan kemanusiaan melalui musik, sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepedulian,” ungkapnya.
Selain pertunjukan musik, momen kebersamaan juga diwujudkan melalui pembagian cokelat kepada pasien rawat jalan dan pengunjung rumah sakit. Aksi sederhana tersebut menjadi simbol perhatian dan kehangatan Natal, sekaligus mempererat rasa kebersamaan di lingkungan rumah sakit.
Ke depan, Columbia Asia Hospital BSD berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa dalam berbagai perayaan hari besar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menciptakan layanan kesehatan yang seimbang, tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual pasien secara berkelanjutan. (Brg/Hend)










