Keputusan ini diambil seiring dengan langkah PBSI membuka rekrutmen baru untuk pelatih teknik musim depan. Aryono mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang telah diberikan selama ini.
Aryono dikenal sebagai salah satu pelatih yang berperan besar dalam membangun kejayaan sektor ganda putra Indonesia. Ia telah mendampingi berbagai pasangan elite, seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang mencetak prestasi di pentas dunia.
Namun, Koh Ar juga mengaku bahwa perjalanan di Pelatnas tidak selalu mudah. “Ada banyak tantangan, mulai dari membangun chemistry dengan atlet, menghadapi persaingan internasional, hingga tekanan untuk terus memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.
Meskipun tidak lagi bersama Pelatnas, Aryono tetap memiliki harapan besar untuk masa depan bulutangkis Indonesia. Ia berharap PBSI terus mengembangkan program regenerasi atlet dan memastikan pelatih memiliki fasilitas serta dukungan yang memadai.
“Saya ingin bulutangkis Indonesia terus berjaya, tidak hanya di sektor ganda putra, tetapi juga di semua sektor. Regenerasi harus terus berjalan, karena kompetisi semakin ketat di level internasional,” ujar Aryono.
Dengan bergabung di klub Djarum, Aryono berkomitmen untuk mencetak talenta-talenta muda yang kelak dapat menjadi andalan Indonesia di masa depan. Ia yakin pengalaman yang dimilikinya selama di Pelatnas bisa menjadi bekal berharga untuk melatih di tingkat klub.
“Saya melihat ini sebagai tantangan baru. Klub adalah fondasi dari prestasi nasional, dan saya ingin membantu menciptakan atlet-atlet muda yang siap bersaing di kancah dunia,” tuturnya.
Aryono juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PBSI, atlet, dan seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang bulutangkis Indonesia.
“Terima kasih untuk PBSI dan semua pihak yang telah mendukung saya selama ini. Semoga kita semua terus membawa nama Indonesia berkibar di dunia bulutangkis,” pungkasnya.(dhil)










