JAKARTA, koranindopos.com – Saka Kencana (Satuan Karya Keluarga Berencana) hadir dalam mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) selama ini, terutama ikut menyukseskan salah satu program dari BKKBN dalam mengurangi peningkatan kasus stunting yang terjadi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) pada sambutan pembukaan acara Peringatan Hari Ulang Tahun Saka Kencana Ke-37 bertempat di ruang Auditorium Kantor BKKBN Pusat hari Rabu, 25 Mei 2022.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting, hal menunjukan bahwa persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak kita adalah generasi penerus. “Merekalah masa depan kita. Bagaimana kita dapat mencapai visi Indonesia emas tahun 2045, kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa mengalami stunting”, tegas dr. Hasto.
Tidak hanya terbatas pada pengurangan peningkatan jumlah kasus stunting, dalam baktinya kepada masyarakat, BKKBN telah melakukan beberapa terobosan baru diantaranya dibuat aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil), aplikasi ini berguna untuk mendeteksi lebih awal terhadap potensi bayi yang akan dilahirkan, dengan melihat kondisi calon pasangan pengantin. “Aplikasi ini sekaligus merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya mencapai target penurunan stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024 mendatang”, papar dr. Hasto.
Memperingati hari jadi Saka Kencana ke-37 pada bulan Mei ini akan dilaksanakan rangkaian kegiatan bakti sosial yang digelar di beberapa kota di Indonesia. Kegiatan mulai dari donor darah, lomba video kreasi, poster, dan Tiktok challenge diadakan oleh beberapa provinsi.
Pramuka Saka Kencana dibentuk oleh BKKBN, sebagai upaya menambah wawasan remaja pada berbagai aspek terkait keluarga, termasuk upaya untuk menyiapkan keluarga sejahtera. “Saka Kencana adalah bagian dari gerakan Pramuka, yang substansinya adalah pembinaan bagi generasi muda. Pembinaan ini termasuk menyangkut persiapan menghadapi masa depan dan bagaimana kelak mempersiapkan keluarga yang bahagia”, jelas dr. Hasto.
Saka Kencana secara rutin telah melakukan sosialisasi pada remaja dan generasi muda dan bakti sosial. Kedepannya juga akan berkolaborasi dengan satuan karya lainnya, dalam bentuk pelatihan gabungan. “Saka Kencana hadir sebagai unsur pendukung bagi BKKBN dan Gerakan Pramuka dalam menghadapi persoalan tersebut, yang dilakukan sebagai wujud bakti Saka Kencana kepada masyarakat, bangsa dan negara”, ungkap Kepala BKKBN.
Peringatan HUT Saka Kencana tahun ini bertemakan “Bakti Saka Kencana Untuk Masyarakat Berencana”, dihadiri oleh para Pejabat Tinggi Madya BKKBN, para Pejabat Tinggi Pratama BKKBN, para Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi se-Indonesia, para Kepala UPT BPPKKB, Ketua Kwartir Nasional, Ketua Kwarda DKI Jakarta dan seluruh Aparatur Sipil (ASN) BKKBN secara daring dan luring.
“Saya berharap kepada seluruh kakak-kakak anggota gerakan Pramuka terutama kakak-kakak anggota Saka Kencana, untuk selalu mendukung dan menyukseskan program-program dari BKKBN untuk kemajuan dan keberhasilan kita dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045”, ucap dr. Hasto. Kepala BKKBN pada akhir sambutannya berharap dengan perayaan puncak HUT Saka Kencana ini akan selalu memberi semangat untuk terus kreatif, inovatif dan produktif dalam berkarya. (why)










