Koranindopos.com, Jakarta – Sektor pariwisata kini diproyeksikan menjadi mesin penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Semangat tersebut digelorakan lewat aksi simbolis pengibaran bendera Merah Putih di lokasi wisata Hiu Paus, Kampung Sowa, Distrik Kwatisore, pada Jumat (14/8/2026).
Agenda besar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini digagas oleh Yayasan Somatua bersama PT Adventure Cartenz. Kegiatan tersebut turut merangkul deretan komunitas penyelam, warga lokal, serta memperoleh pengawalan dari Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Polda Papua Tengah.
Bagi pihak penyelenggara, momentum kemerdekaan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengangkat sektor pelesiran sebagai tumpuan ekonomi baru. Industri ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan, keterampilan, serta ketersediaan lapangan kerja bagi pemuda Papua.
Kwatisore sendiri memiliki daya tawar tinggi di mata dunia berkat keberadaan populasi Hiu Paus. Potensi besar ini perlu dikelola secara optimal agar dampaknya dirasakan langsung oleh warga lokal yang mendiami kawasan pesisir.
“HUT Kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pariwisata,” ujar Pimpinan Yayasan Somatua, Maximus Tipagau melalui keterangan persnya.
Secara rinci, ia membeberkan pilar utama pembangunan sektor ini. Pertama, menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi sekaligus sarana pendidikan masyarakat. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda Papua, khususnya mereka yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” katanya.
Langkah kedua berfokus pada promosi masif destinasi unggulan daerah, mulai dari keajaiban alam Hiu Paus, keanggunan Puncak Carstensz, hingga keanekaragaman budaya lokal. Strategi promosi ini dinilai vital untuk mendatangkan pelancong serta mendongkrak pendapatan daerah.
“Pengembangan pariwisata ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Pilar ketiga menekankan fungsi pariwisata sebagai pemersatu bangsa dan sarana diplomasi global. “Harapannya Hiu Paus ini terus menggema, menjadi salah satu tujuan wisata dan mampu membuka lapangan kerja bagi anak-anak Papua. Melalui pariwisata juga kita bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Papua itu daerah yang aman,” tuturnya.
Arah pembangunan ini tentu memerlukan fasilitasi yang memadai dari jajaran birokrasi. “Tentunya semua ini bisa terwujud apabila pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur, promosi yang kuat, keterlibatan masyarakat serta perlindungan kawasan konservasi. Papua Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Indonesia,” pungkasnya.
Serangkaian aksi di Teluk Cenderawasih ini mempertegas bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan di era modern dapat ditempuh melalui pemberdayaan sumber daya manusia. Lewat pengelolaan wisata yang tepat, generasi muda Papua siap menjadi tuan rumah di tanah kelahiran mereka sendiri. (RIS/Hend)










