Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Traveling

Kian Candu HP? Gosh! Kids Ajak Anak Indonesia Belajar Lewat Travel Education

Editor : Akula oleh Editor : Akula
19 Juli 2026
in Traveling
A A
0
Kian Candu HP? Gosh! Kids Ajak Anak Indonesia Belajar Lewat Travel Education

Gosh! Kids menghadirkan konsep travel education inovatif di Asia untuk mengatasi tingginya screen time pada anak melalui petualangan alam dan budaya bersama keluarga. (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – ​Tren tingginya durasi menatap layar digital (screen time) pada anak-anak di kawasan perkotaan kini memicu kekhawatiran besar bagi banyak orang tua. Menjawab tantangan nyata era digital tersebut, Gosh! Kids yang merupakan perusahaan travel education asal Singapura resmi memperkenalkan metode liburan interaktif yang berfokus pada tumbuh kembang anak secara global, termasuk menjangkau wilayah Jawa Barat, Indonesia. Konsep ini dirancang secara khusus untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai menuju petualangan edukatif yang bermakna bersama keluarga.

​Kondisi anak-anak zaman sekarang memang cukup ironis karena interaksi mereka dengan lingkungan sekitar justru semakin terbatas akibat paparan gawai yang masif. Ketergantungan terhadap teknologi digital ini perlahan mengikis kesempatan mereka untuk merasakan keindahan alam serta keragaman budaya secara langsung. Gosh! Kids hadir membawa angin segar dengan mengubah stigma liburan biasa menjadi sebuah proses pembelajaran aktif yang menstimulasi rasa empati dan kreativitas.

​Inovasi ini diinisiasi langsung oleh pasangan suami istri, Mathieu Beth Tan dan Gladys Soh, setelah mereka menetap di Jepang selama satu tahun pada 2022 silam. Selama tinggal di sana bersama sang putra yang masih berusia enam bulan, mereka melihat adaptasi alami anak yang sangat luar biasa terhadap lingkungan dan budaya baru. Pengalaman personal itulah yang memicu kesadaran baru mengenai pentingnya mendidik anak di luar batasan dinding sekolah.

​”Pengalaman tinggal di lingkungan yang benar-benar baru membuat kami menyadari bahwa anak-anak memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar ketika mereka diberi kesempatan mengalami dunia secara langsung. Dari situlah kami mulai memandang pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari,” ujar Mathieu Beth Tan, Co-Founder Gosh! Kids dalam siaran persnya.

Artikel Terkait

​Lebih Quiet dan Segar, Dua Kota di Pantai Timur Malaysia Jadi Alternatif Destinasi Wisata Medis

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka

ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan

​Melalui filosofi tersebut, agensi edukasi ini menyusun program perjalanan yang bertumpu pada empat pilar utama, yakni Nature Immersion, Creative Exploration, Cultural Exchange, dan Family Connection. Berbeda dengan biro perjalanan konvensional yang cenderung menempatkan orang tua hanya sebagai pengawas pasif, sistem ini menuntut partisipasi aktif dari seluruh anggota keluarga. Orang tua dan anak diwajibkan untuk berkolaborasi, mulai dari menjelajahi alam terbuka hingga berinteraksi langsung dengan warga lokal.
​
​Dalam pilar eksplorasi alam dan kreativitas, setiap anak diberikan tanggung jawab unik berupa kamera untuk merekam petualangan mereka sendiri dari sudut pandang personal. Mereka tidak sekadar berwisata, tetapi juga berdiskusi serta membuat karya seni bersama para pengrajin lokal yang menjaga tradisi daerah setempat. Aktivitas ini secara tidak langsung melatih kepekaan visual, kemandirian, serta keberanian anak dalam menghadapi ruang lingkup sosial yang baru.

​”Ketika anak belajar melalui pengalaman langsung, mereka tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, empati, dan cara pandang yang lebih luas terhadap dunia di sekitarnya,” tambah Gladys Soh, Co-Founder Gosh! Kids.

​Tidak hanya itu, pilar pertukaran budaya memberikan kesempatan bagi keluarga untuk membaur dalam dinamika kehidupan masyarakat setempat di berbagai negara Asia. Keunikan lain dari program ini adalah adanya sesi refleksi harian seperti menulis gratitude journal sebelum beristirahat untuk mempererat komunikasi internal keluarga. Hubungan antarperserta pun terjalin erat hingga membentuk sebuah komunitas suportif yang kerap dijuluki sebagai “kampung berjalan”.
​
​Rekam jejak perjalanan edukatif ini telah diimplementasikan selama tiga tahun terakhir di berbagai destinasi populer seperti Singapura, Jeju, Chiang Mai, Taipei, Okinawa, hingga Jawa Barat. Melalui kolaborasi aktif bersama para seniman, pendidik, dan komunitas lokal, program ini sukses menyajikan kurikulum kehidupan yang tidak didapatkan dari buku teks. Ke depannya, inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak keluarga di Indonesia agar menjadikan momentum liburan sebagai investasi karakter anak.

​Secara menyeluruh, Gosh! Kids memosisikan diri sebagai wadah integratif yang memadukan sektor travel education dan creative arts terkemuka di Asia. Lewat berbagai pilihan program unggulan seperti Overseas Creative-Culture Camps hingga Creative Photography & Videography, lembaga ini terus berkomitmen menjembatani institusi pendidikan dan keluarga. Transformasi gaya liburan ini diharapkan mampu membangun generasi masa depan yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. (RIS/Hend)

 

 

Topik: edukasi anakGosh! Kidsliburan edukasiparenting digitalscreen time anaktravel educationwisata keluarga

TerkaitBerita

​Lebih Quiet dan Segar, Dua Kota di Pantai Timur Malaysia Jadi Alternatif Destinasi Wisata Medis
Traveling

​Lebih Quiet dan Segar, Dua Kota di Pantai Timur Malaysia Jadi Alternatif Destinasi Wisata Medis

oleh Editor : Akula
3 Agustus 2026
Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka
Traveling

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka

oleh Editor : Affandy
28 Juni 2026
ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan
Traveling

ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan

oleh Editor : Doe
19 Juni 2026
China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa
Traveling

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

oleh Editor : Affandy
14 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IPO

Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan

8 Agustus 2026
PUNCAK PENGHARGAAN: Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat memberikan sambutan dalam ESG Award 2026. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

ESG Award Tahun Keempat Diikuti 73 Perusahaan Multisektor

9 Agustus 2026
KERJA SAMA: Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja (kanan) secara resmi telah meneken kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

8 Agustus 2026
Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

8 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4257 shares
    Share 1703 Tweet 1064
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya