Koranindopos.com, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mengingatkan warga Jakarta untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem 1–2 pekan ke depan. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan serupa. Bahwa, di Jakarta, akan terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai berat pada 9–15 Oktober.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, kewaspadaan utama tertuju pada 25 kelurahan yang rawan banjir sesuai rencana kontijensi penanggulangan banjir DKI. Di antaranya, Jakarta Barat yang meliputi Kelurahan Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, dan Kembangan Utara. Lalu, Jakarta Selatan yang meliputi Kelurahan Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Ulujami, Pondok Labu, Bangka, Pejaten Timur, dan Jati Padang.
Sementara itu, Jakarta Timur meliputi Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Makasar, dan Kampung Rambutan. Terakhir, Jakarta Utara meliputi Kelurahan Pademangan Barat, Pluit, dan Rorotan.
’’Dalam melakukan mitigasi, BPBD selalu menginformasikan kebencanaan kepada masyarakat yang pertama,’’ terangnya. Pihaknya juga selalu menginformasikan situasi terkini cuaca di lima wilayah Jakarta daratan dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
’’Selain itu, melalui media sosial, kami terus menginformasikan tinggi muka air,’’ katanya. Khususnya di pintu-pintu air, mulai siaga I sampai IV seperti pintu air Katulampa, Angke Hulu, Sunter Hulu, Manggarai, dan Pluit.
Bila permukaan air di bendung Katulampa, Bogor, naik karena hujan dengan durasi lama, BPBD DKI sudah bisa membuat prediksi kawasan-kawasan mana saja, khususnya di bantaran Sungai Ciliwung, yang debit airnya akan meningkat.
’’Dan, tidak tertutup kemungkinan, debit air tersebut akan memasuki kawasan permukiman warga, khususnya di bantaran kali dan sungai,’’ imbuhnya.
Dengan kemungkinan tersebut, dia mengajak warga Jakarta bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Dengan cara mengenali dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan risiko bencana yang bisa saja terjadi.
Meskipun, kadang intensitas hujan tidak terlalu lebat, tapi dampaknya di DKI bisa cukup kompleks. Dia mencontohkan, pada Selasa dan Kamis pekan lalu, curah hujan yang cukup lebat menimbulkan genangan dan banjir di beberapa kawasan. Genangan tertinggi terjadi di 80 RT. (wyu/mmr)










