Kamis, 12 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Nasional

BNN Ingatkan Bahaya Narkoba Sintetis Berkedok Permen dan Minuman

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
17 Desember 2025
in Nasional
0
BNN
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru berbahan sintetis kimiawi yang kini kerap dikemas dalam bentuk makanan dan minuman. Modus tersebut dinilai semakin berbahaya karena menyasar anak-anak dan remaja melalui produk yang tampak tidak mencurigakan.

Menurut Suyudi, sindikat narkoba saat ini tidak lagi hanya menawarkan narkotika dalam bentuk konvensional, melainkan telah membungkusnya dengan kemasan kekinian agar mudah diterima oleh kalangan muda.

“Bandar narkoba tidak hanya menawarkan narkotika dengan bentuk konvensional saja, tetapi sekarang sudah dibalut dengan kemasan, yaitu narkotika kekinian yang bahannya sintetis kimiawi. Kalau dulu kita kenal ganja, kokain, heroin, morfin, putaw, sekarang ada bentuk kemasan yang lain,” ujar Suyudi, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, narkoba sintetis kimiawi tersebut dikenal dengan istilah new psychoactive substances (NPS). Saat ini, peredaran NPS di dunia diperkirakan mencapai lebih dari 1.300 jenis, sementara di Indonesia telah teridentifikasi sekitar 175 jenis.

Artikel Terkait

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

“Dikenal dengan NPS, new psychoactive substances. Jumlahnya di dunia ini sudah hampir 1.300 lebih. NPS ini di Indonesia kurang lebih ada 175 jenis,” jelasnya.

Suyudi juga mengungkapkan adanya jenis narkotika bernama etomidate yang masuk dalam golongan II dan sejatinya digunakan sebagai obat bius. Namun, zat tersebut kerap disalahgunakan dan ditemukan dalam berbagai produk makanan ringan yang beredar di masyarakat.

“Mereka memasukkan narkoba ke kemasan-kemasan, seperti permen, makanan-makanan ringan, cookies, bahkan ke minuman-minuman happy water,” ungkap Kepala BNN.

Ia menambahkan, peredaran produk-produk tersebut sering bermula dari lingkungan pergaulan. Dalam konteks saat ini, pergaulan digital disebut memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak-anak dan remaja.

Menurut Suyudi, bandar narkoba memanfaatkan penggunaan gawai sebagai pintu masuk ke kehidupan anak-anak. Aktivitas mencari informasi di dunia digital kerap menjadi celah awal masuknya narkotika melalui tekanan gaya hidup yang terbentuk di media sosial.

“Tekanan gaya hidup karena melihat di media sosial, standar sosial media, hingga fenomena fear of missing out atau dikenal dengan FOMO. Nah, celah-celah psikologis inilah, seperti rasa cemas, keinginan untuk terlihat keren, atau sekadar ingin lari dari masalah. Ini yang seringkali dimanfaatkan oleh sindikat-sindikat narkotika,” tuturnya.

Kepala BNN menegaskan bahwa para bandar narkoba saat ini semakin gencar menyelundupkan narkotika dengan berbagai modus. Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk terus mengawasi dan memperhatikan pergaulan anak-anak mereka.

“Narkotika tidak pernah mengenal tempat, tidak pernah mengenal usia, tidak pernah mengenal latar belakang seseorang. Ini harus hati-hati, bapak-ibu sekalian,” pungkas Suyudi.

BNN berharap kewaspadaan bersama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya di kalangan pelajar. (hai)

Topik: BNNNarkoba
Sebelumnya

Melaney Ricardo Buat Parfum Lokal, Hadirkan Wewangian Terjangkau di Tengah Tekanan Ekonomi

Selanjutnya

Presiden Prabowo Tegaskan Daerah Terdampak Bencana Tak Boleh Alami Krisis Pangan

TerkaitBerita

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung
Nasional

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung

oleh Editor : Affandy
11 Maret 2026
Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026
Nasional

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

oleh Editor : Anggoro
10 Maret 2026
Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI
Pendidikan

Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

oleh Editor : Anggoro
10 Maret 2026
Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026
Nasional

Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026

oleh Editor : Affandy
10 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

11 Maret 2026
Morazen

Menikmati Dua Wajah Yogyakarta dalam Satu Perjalanan

11 Maret 2026
Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

11 Maret 2026
Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

11 Maret 2026

Terpopuler

  • Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Honda X-Tracker 2026: Motor Bebek Trail Rp16 Jutaan dengan ABS yang Siap Taklukkan Segala Medan

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya