Rabu, 9 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

BNN Ingatkan Bahaya Narkoba Sintetis Berkedok Permen dan Minuman

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
17 Desember 2025
in Nasional
A A
0
BNN
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru berbahan sintetis kimiawi yang kini kerap dikemas dalam bentuk makanan dan minuman. Modus tersebut dinilai semakin berbahaya karena menyasar anak-anak dan remaja melalui produk yang tampak tidak mencurigakan.

Menurut Suyudi, sindikat narkoba saat ini tidak lagi hanya menawarkan narkotika dalam bentuk konvensional, melainkan telah membungkusnya dengan kemasan kekinian agar mudah diterima oleh kalangan muda.

“Bandar narkoba tidak hanya menawarkan narkotika dengan bentuk konvensional saja, tetapi sekarang sudah dibalut dengan kemasan, yaitu narkotika kekinian yang bahannya sintetis kimiawi. Kalau dulu kita kenal ganja, kokain, heroin, morfin, putaw, sekarang ada bentuk kemasan yang lain,” ujar Suyudi, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, narkoba sintetis kimiawi tersebut dikenal dengan istilah new psychoactive substances (NPS). Saat ini, peredaran NPS di dunia diperkirakan mencapai lebih dari 1.300 jenis, sementara di Indonesia telah teridentifikasi sekitar 175 jenis.

Artikel Terkait

Tambang di Kampial Dihentikan Sementara, Pansus TRAP Dalami Legalitas

Pria Ditemukan Tewas di GBK, Diduga Bunuh Diri dan Sempat Unggah Pesan Perpisahan

432 Atlet Indonesia Menuju Asian Games 2026, Prabowo Lepas Kontingen di Istana

“Dikenal dengan NPS, new psychoactive substances. Jumlahnya di dunia ini sudah hampir 1.300 lebih. NPS ini di Indonesia kurang lebih ada 175 jenis,” jelasnya.

Suyudi juga mengungkapkan adanya jenis narkotika bernama etomidate yang masuk dalam golongan II dan sejatinya digunakan sebagai obat bius. Namun, zat tersebut kerap disalahgunakan dan ditemukan dalam berbagai produk makanan ringan yang beredar di masyarakat.

“Mereka memasukkan narkoba ke kemasan-kemasan, seperti permen, makanan-makanan ringan, cookies, bahkan ke minuman-minuman happy water,” ungkap Kepala BNN.

Ia menambahkan, peredaran produk-produk tersebut sering bermula dari lingkungan pergaulan. Dalam konteks saat ini, pergaulan digital disebut memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak-anak dan remaja.

Menurut Suyudi, bandar narkoba memanfaatkan penggunaan gawai sebagai pintu masuk ke kehidupan anak-anak. Aktivitas mencari informasi di dunia digital kerap menjadi celah awal masuknya narkotika melalui tekanan gaya hidup yang terbentuk di media sosial.

“Tekanan gaya hidup karena melihat di media sosial, standar sosial media, hingga fenomena fear of missing out atau dikenal dengan FOMO. Nah, celah-celah psikologis inilah, seperti rasa cemas, keinginan untuk terlihat keren, atau sekadar ingin lari dari masalah. Ini yang seringkali dimanfaatkan oleh sindikat-sindikat narkotika,” tuturnya.

Kepala BNN menegaskan bahwa para bandar narkoba saat ini semakin gencar menyelundupkan narkotika dengan berbagai modus. Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk terus mengawasi dan memperhatikan pergaulan anak-anak mereka.

“Narkotika tidak pernah mengenal tempat, tidak pernah mengenal usia, tidak pernah mengenal latar belakang seseorang. Ini harus hati-hati, bapak-ibu sekalian,” pungkas Suyudi.

BNN berharap kewaspadaan bersama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya di kalangan pelajar. (hai)

Topik: BNNNarkoba

TerkaitBerita

Tambang di Kampial Dihentikan Sementara, Pansus TRAP Dalami Legalitas
Nasional

Tambang di Kampial Dihentikan Sementara, Pansus TRAP Dalami Legalitas

oleh Editor : Akula
9 September 2026
Pria Ditemukan Tewas di GBK, Diduga Bunuh Diri dan Sempat Unggah Pesan Perpisahan
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di GBK, Diduga Bunuh Diri dan Sempat Unggah Pesan Perpisahan

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
432 Atlet Indonesia Menuju Asian Games 2026, Prabowo Lepas Kontingen di Istana
Nasional

432 Atlet Indonesia Menuju Asian Games 2026, Prabowo Lepas Kontingen di Istana

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Rentetan Bencana Uji Indonesia, Kesiapsiagaan Harus Jadi Prioritas
Nasional

Rentetan Bencana Uji Indonesia, Kesiapsiagaan Harus Jadi Prioritas

oleh Editor : Affandy
9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

9 September 2026
BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

9 September 2026
Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

9 September 2026
Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

Dari Seragam Kurir Menjadi Produk Baru, J&T Express Dorong Dampak Lingkungan dan Sosial

9 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4456 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya