koranindopos.com – Jakarta. BTS Indonesia mendukung Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam menggelar event tahunan Human Resources (HR) Summit 2023 bertajuk “Getting Skill Right: Preparing for Future Ready Talent” di Artotel Suites Mangkuluhur Jakarta, Rabu (6/12/2023).
Agenda tahunan praktisi HR perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI ini kembali diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya dan tahun ini berhasil menarik minat lebih dari 150 praktisi HR yang hadir. Kegiatan ini menjadi ajang anggota AAJI untuk menambah wawasan dan bertukar informasi terkait perkembangan tren dalam lingkup sumber daya manusia. Dibuka oleh Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellent) AAJI, Handojo G. Kusuma menekankan pentingnya peran dan fungsi HR dalam sebuah perusahaan. Handojo juga membagikan informasi terkini terkait salah satu prioritas AAJI yakni pembangunan industri akademi atau corporate university. “Harapannya setiap insan karyawan perusahaan asuransi AAJI memiliki akses ke program-program pembelajaran yang sama dengan kualitas internasional”, ungkap Handojo.
Kepala Departemen OJK Institute, Agus Sugiarto dalam sambutan kuncinya menuturkan bahwa transformasi digital sudah terjadi dan harus dihadapi. Maka dari itu, penting bagi industry asuransi untuk mempersiapkan digital talent yang sesuai kualifikasi. Tak hanya itu, data tahun 2021-2023 bahwa ranking Indonesia masih berada di bawah negara Asia Tenggara lainnya dalam World Talent Ranking (51), World Competitiveness Ranking (34), dan Human Development Ranking (114). “Kita tidak bisa menolak transformasi digital yang tengah terjadi saat ini. Namun dalam proses penerimaannya, ada beberapa tantangan utama yang harus dihadapi, salah satunya yaitu kurangnya digital talent karena persiapan yang tidak maksimal sejak di masa pendidikan. Namun, untuk mengatasi hal tersebut tidak harus cenderung merekrut orang luar. Perusahaan dapat melakukan upskilling dan reskilling secara internal melalui corporate university. Tak hanya itu, kita juga harus menganggap talent digital sebagai mitra, bukan bawahan,” tutur Agus.
Selaras dengan topik tahun ini, yakni “Preparing for Future-Ready Talent”, BTS Indonesia mendukung penuh gelaran akbar ini, sekaligus berbagi wawasan, pengetahuan, dan tren terkini terkait pengembangan talenta untuk menghadapi dunia kerja sekarang dan masa depan. Membawa sub-tema “Future-Ready Talent: Execution = Alignment + Mindset + Capability”, Andri Daulay dan Mario Montino, selaku Direktur BTS Indonesia, menjelaskan “Kami percaya bahwa mengeksekusi strategi adalah kombinasi dari keselarasan, pola pikir, dan kemampuan individu. Untuk memberikan dampak jangka panjang bagi individu sekaligus bisnis, sangat penting untuk membangun ketiga hal tersebut dan menarik hubungan antara konteks bisnis dan pribadi”.
“Berdasarkan riset BTS, kami percaya bahwa untuk mengubah kebiasaan dan perilaku, kuncinya adalah mengubah pola pikir”, tambah Andri. Dalam sesinya, Andri juga mengajak semua peserta untuk merasakan pengalaman moments-based digital simulation, yang merupakan salah satu keunggulan BTS. Meskipun singkat, digital simulasi BTS mampu membuat suasana menjadi sangat hidup.
Deretan pembicara mumpuni lainnya hadir dalam kesempatan baik ini, diantaranya Phillia Wibowo dan Sumit Popli dari McKinsey Indonesia, Mark Silveira dari ANZIIF, dan juga Nyoman B. Nugraha dari Mandiri University. Masing-masing pembicara membawakan sub-tema terkait future-ready talent yang menarik bagi semua peserta yang hadir.
Dalam kesempatan yang sama, Andri Daulay mewakili BTS Indonesia juga menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi panel dengan Nyoman B. Nugraha. Dalam sesi diskusi tersebut, sub-tema yang dibahas adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan memanfaatkan Corporate University. “Organisasi yang berencana mengembangkan corporate university perlu memastikan keselarasan dengan apa yang diperlukan customer dan kebutuhan organisasi di masa depan”, ungkap Andri.
Ketua Working Group Regulation HR Forum AAJI, Novelita Siregar menutup HR Summit AAJI 2023 dengan himbauan bahwa peran HR dalam mewujudkan cita-cita besar industri asuransi jiwa untuk memiliki Corporate University sangatlah besar. Oleh karenanya, AAJI senantiasa memfasilitasi setiap praktisi HR untuk dapat berdiskusi secara terbuka sehingga terbentuk komunikasi yang baik dan dapat menjadi ajang pembelajaran serta networking. (ris)










