Koranindopos.com – JAKARTA – Periode setelah Idul Fitri 1447 H menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menata kembali kondisi keuangan usai meningkatnya pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran. Fenomena ini terlihat jelas di wilayah Bima, di mana terjadi lonjakan transaksi gadai yang cukup signifikan.
PT Pegadaian Cabang Bima mencatat peningkatan aktivitas gadai, khususnya di unit pelayanan Pegadaian UPC Ambalawi. Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan, dengan memanfaatkan aset yang dimiliki tanpa harus kehilangannya.
Berdasarkan data internal hingga akhir April 2026, mayoritas transaksi didominasi oleh gadai emas perhiasan. Dana yang diperoleh dari gadai tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasca Lebaran, seperti biaya pendidikan, tambahan modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Sumbawa, Mustofa, menyebut bahwa tren ini menunjukkan peningkatan literasi keuangan masyarakat. “Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat cenderung meningkat. Namun yang menarik, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya. Ini menunjukkan kesadaran bahwa emas tetap dipertahankan sebagai aset jangka panjang,” ujarnya.
Fenomena ini juga memperlihatkan pergeseran cara pandang terhadap emas. Jika sebelumnya emas lebih sering dianggap sebagai instrumen investasi semata, kini masyarakat mulai melihatnya sebagai aset likuid yang fleksibel dan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu tanpa harus dilepas kepemilikannya.
Dengan memanfaatkan layanan gadai, masyarakat tetap memiliki peluang untuk menebus kembali emas yang digadaikan setelah kondisi keuangan membaik. Hal ini menjadi solusi yang lebih bijak dibandingkan menjual aset, terutama dalam menghadapi kebutuhan jangka pendek.
Tren yang terjadi di Ambalawi dan wilayah Bima secara umum menjadi indikator positif bahwa kesadaran finansial masyarakat terus berkembang. Pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan pemanfaatan aset secara strategis diharapkan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga di masa mendatang.(dhil)










