Koranindopos.com, AS-Hasil laga pembuka antara Brasil dan Maroko di Piala Dunia 2026 membuat publik kecewa. Skuad asuhan Carlo Ancelotti tampil di luar espektasi besar publik sepak bola. Mereka bermain tertatih-tatih untuk menahan imbang Maroko dengan skor akhir imbang, 1-1.
Gol tunggal Vinicius Junior berhasil menyelamatkan muka Selecao di hadapan penonton di New York Stadium, Amerika Serikat (AS). Sementara itu, matchday 3 juga diwarnai perdebatan mengenai kebijakan water break FIFA, kursi-kursi kosong di Stadion AS, hingga cuaca ekstrem yang mengganggu jalannya turnamen.
Skor akhir memang menunjukkan hasil imbang 1-1, tetapi jalannya pertandingan menggambarkan cerita yang berbeda. Brasil kesulitan menghadapi permainan Maroko yang tampil lebih agresif dan terorganisasi.
Tim Afrika Utara itu menguasai banyak duel penting di lini tengah. Gelandang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, menjadi sosok yang paling mencuri perhatian setelah mampu mengimbangi bahkan mengungguli para pemain Brasil yang lebih berpengalaman.
Brasil sendiri tampak kehilangan kontrol permainan, terutama pada babak pertama. Vinicius Junior akhirnya menjadi penyelamat lewat gol berkualitas yang membuat Selecao terhindar dari kekalahan pada laga pembuka mereka.
Atmosfer di New York sebelumnya sangat meriah. Ribuan pendukung Brasil memenuhi kawasan Times Square menjelang pertandingan, tetapi antusiasme tersebut tidak sepenuhnya terbayar oleh performa tim di lapangan.
Sejak Piala Dunia 2022, perjalanan Brasil tidak selalu berjalan mulus. Mereka mengalami periode yang tidak stabil di kualifikasi Amerika Selatan dan sempat berganti beberapa pelatih sebelum akhirnya menunjuk Carlo Ancelotti.
Kehadiran pelatih asal Italia itu memang membawa ketenangan dan perbaikan performa. Namun, pertandingan melawan Maroko menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. ”Kami tidak cukup baik dalam menguasai bola. Saya tidak kecewa, tetapi juga tidak puas. Ini adalah pertandingan yang sulit,” ujar Ancelotti. (bnt/mmr)










