Koranindopos.com, JAKARTA – Kabar memprihatinkan sekaligus menampar wajah angkatan laut Amerika Serikat datang dari insiden di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sebanyak tujuh tentara tewas setelah baku hantam dengan sesama teman di dalam kapal tersebut. Dugaan awal, mereka mengalami depresi berat akibat panjangnya masa penugasan hingga banyak fasilitas umum di dalam kapal yang rusak.
Sejumlah keluarga kru kapal mempertanyakan kondisi para awak selama menjalani penugasan panjang, termasuk masalah fasilitas di kapal. Sebagian besar keluarga kru kapal mengatakan mereka mengeluhkan fasilitas kapal, mulai dari toilet yang tidak berfungsi, dinding kamar mandi berjamur, hingga kontaminasi air. Kondisi tersebut terjadi di tengah pekerjaan awak yang menuntut fisik dan harus dilakukan dalam berbagai cuaca, seperti hujan, angin, panas, maupun dingin.
Dikutip dari MS Now, salah seorang keluarga awak kapal, Nicole Conrad, mengatakan belum bertemu langsung dengan putranya selama tujuh bulan. Melalui pesan dari kapal, putranya bercerita bahwa ada hari-hari ketika kamar mandi ditutup.
Keluhan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Angkatan Laut AS. Dikutip dari Middle East Monitor, para pemimpin Angkatan Laut AS mengatakan masalah toilet disebabkan oleh “sumbatan yang membandel” di salah satu area kapal.
Sementara itu, dugaan jamur disebut kemungkinan merupakan lumut yang muncul akibat masalah ventilasi. Berbagai keluhan tersebut memicu kekhawatiran keluarga mengenai kondisi fasilitas para awak selama menjalani penugasan panjang di kapal itu. (cnni/mmr)










