Koranindopos.com, JAKARTA – Juru Bicara Militer Arab Saudi dan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Malki, menyatakan serangan Houthi pekan lalu menunjukkan mereka menyasar gardu listrik Taibah di Madinah. Stasiun distribusi listrik Taibah merupakan fasilitas sipil yang menyediakan listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.
Al Malki menyampaikan pernyataan itu usai pihak berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait gempuran Houthi ke Saudi pada 29 September. “Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik,” kata dia dalam laporan kantor berita Saudi Press Agency pada Kamis (1/10/2026).
“Aksi teroris pengecut ini merupakan kelanjutan upaya milisi ekstremis untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan provokasi yang disengaja terhadap jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan menargetkan Makkah dan Madinah,” lanjut Al Malki.
Dia lantas menegaskan koalisi Yaman dan Saudi terus mengambil serta menerapkan langkah-langkah mencegah serangan Houthi. Sementara itu, salah satu sumber militer Houthi membantah tuduhan tersebut. Dia juga menyebut tudingan ini sebagai “kebohongan.”
Tak cuma itu, tudingan tersebut, menurut dia, adalah kegagalan Saudi membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi menyerang Mekkah, demikian dikutip Al Jazeera. Dalam beberapa waktu terakhir, koalisi pasukan Saudi-Yaman bertempur dengan Houthi. Mereka saling gempur dengan meluncurkan serangan udara atau rudal.
Terbaru, bentrokan terjadi di Provinsi Taiz, Yaman, usai pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi membunuh milisi Houthi. Enam serangan udara juga menimbulkan kerugian besar di tenggara Taiz, dan di front Humayr di direktorat Maqbanah di sebelah barat. (cnni/mmr)




