Jumat, 11 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Digitalisasi Permudah Penyaluran BLT Kesra: Tak Perlu Lagi Antre Panjang di Kantor Pos

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
3 November 2025
in Nasional
A A
0
BLT

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kiri) didampingi Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Haris (kanan) meninjau Layanan Pos Universal (LPU) Cabang Blahkiuh di Badung, Bali, Minggu (2/11/2025). Kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan Kantor Pos dalam menjalankan proses penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat penerima manfaat khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Badung,  Pemerintah terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik. Kini, jutaan keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tak lagi harus antre berjam-jam di kantor pos. Melalui sistem digital yang diterapkan, penyaluran bantuan menjadi lebih cepat, aman, dan manusiawi.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada penerima bantuan sekaligus memastikan BLT tersalurkan tepat sasaran, termasuk ke wilayah terpencil.

“Sekarang penerima bansos tidak harus antre mengular karena sudah menggunakan sistem undangan, dan pelayanannya pun cepat,” ujar Meutya saat meninjau Kantor Layanan Pos Universal (LPU) Blahkiuh, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (2/11/2025).

Pemerintah juga menegaskan bahwa setiap penerima manfaat akan memperoleh haknya tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang tidak dapat hadir di lokasi pembagian bantuan.
“Tidak boleh ada satu pun yang tidak sampai kepada keluarga penerima manfaat. Kalau orangnya tidak bisa hadir karena satu dan lain hal, bantuan akan diantar langsung ke rumah,” tegas Meutya.

Artikel Terkait

Gibran Minta Warga Tak Sakiti Satwa yang Mengungsi ke Permukiman akibat Karhutla

TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Anyer Saat Cari Rombongan Jurnalis Hilang

PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

Dari total 35 juta keluarga penerima manfaat, sekitar 17–18 juta keluarga menerima bantuan melalui jaringan PT Pos Indonesia. Dengan skala sebesar ini, PT Pos Indonesia memanfaatkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat layanan.
“Dengan skala sebesar 35 juta penerima, layanan pos harus terus memperkuat sistem digital agar distribusi bantuan berlangsung efisien dan tanpa hambatan,” jelas Meutya.

Menkomdigi juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga mengedepankan empati dan kepedulian kepada masyarakat.
“Kita harus terus menyapa dengan penuh empati, melayani dengan hati,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris menyampaikan bahwa PT Pos kini telah bertransformasi dari perusahaan pengiriman surat menjadi perusahaan logistik modern dan penyedia layanan keuangan digital yang mendukung berbagai program sosial pemerintah.

Dengan sistem terintegrasi, penerima bantuan cukup membawa surat undangan berisi barcode khusus dan identitas pribadi ke kantor pos. “Petugas kami akan mengecek melalui aplikasi, dan jika datanya sesuai, BLT langsung dibayarkan,” jelas Haris.

Transformasi digital dalam layanan pos ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat distribusi bantuan sosial sekaligus memperkuat tata kelola yang transparan, efisien, dan inklusif hingga ke pelosok negeri.

Melalui sistem ini, pemerintah berharap distribusi BLT Kesra dapat berjalan lebih cepat, adil, dan tepat sasaran — sekaligus menjadi bukti nyata kemajuan layanan publik di era digital. (hai)

Topik: BLTPenyaluran BLT

TerkaitBerita

Gibran Minta Warga Tak Sakiti Satwa yang Mengungsi ke Permukiman akibat Karhutla
Nasional

Gibran Minta Warga Tak Sakiti Satwa yang Mengungsi ke Permukiman akibat Karhutla

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Anyer Saat Cari Rombongan Jurnalis Hilang
Nasional

TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Anyer Saat Cari Rombongan Jurnalis Hilang

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku
Nasional

PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

oleh Editor : Akula
11 September 2026
BIG Ungkap Kronologi Anak Krakatau Sebelum Erupsi Terkuat, Terekam dari Satelit
Nasional

BIG Ungkap Kronologi Anak Krakatau Sebelum Erupsi Terkuat, Terekam dari Satelit

oleh Editor : Affandy
10 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

11 September 2026
87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

11 September 2026
Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

11 September 2026
Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4480 shares
    Share 1792 Tweet 1120
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya