
AWAN GELAP: Salah satu aktivitas di jalan protokol Kota Bandung, Jawa Barat. Potensi pertumbuhan awan hujan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Bandung, dalam beberapa hari ke depan.
BANDUNG, koranindopos.com-Potensi pertumbuhan awan hujan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Bandung, dalam beberapa hari ke depan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), salah satu penyebabnya yakni munculnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), aktifnya Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin.
Selain itu, hasil monitoring, fenomena tersebut terjadi akibat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia. “Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konektivitas,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan tertulis pada Senin (1/11).
Rahayu menyebutkan, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin. ”Itu dapat meningkatkan pola konektivitas,” kata Rahayu. (cnni/brg)
BMKG Stasiun Geofisika Bandung pun merilis wilayah di Jawa Barat yang akan terdampak fenomena tersebut sebagai berikut:
1. Kabupaten Bandung: Pangalengan
2. Sukabumi: Cisolok, Cikakak, Nagrak, Caringin. Kadudampit, Sukabumi, Cicurug
3. Cianjur: Pacet, Cipanas, Cidaun
4. Kabupaten Bogor: Cisarua, Ciawi, Caringin, Cigombong, Megamendung, Gunung Putri, Cileungsi
5. Kabupaten Bekasi: Setu
6. Kota Bekasi: Mustikajaya, Rawalumbu, Bantargebang, Jatiasih, Pondokmelati, Jatisampurna
7. Kota Depok: Cimanggis, Tapos, Sawangan, Limo, Pancoran Mas, Beji, Sukma Jaya, Cilodong, Cinere
8. Kabupaten Garut: Cisewu, Talegong, Bungbulang
Sumber: BMKG Stasiun Geofisika Bandung










