Koranindopos.com, Makassar – Industri hiburan dan event di Indonesia mendapat energi baru dengan hadirnya Double Group, sebuah creative company holding yang bergerak di bidang event organizer dan produksi. Perusahaan ini resmi diluncurkan melalui seremoni di Verda Contemporary Cuisine, Jalan Botolempangan, Makassar, pada Sabtu (18/10/2025).
Makassar menjadi kota pertama dalam rangkaian roadshow peluncuran Double Group yang akan berlanjut ke beberapa kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Denpasar, dan Surabaya. Pemilihan Makassar sebagai titik awal peluncuran dianggap simbolis, karena dari wilayah timur inilah Double Group ingin memperkenalkan konsep ekosistem hiburan yang terintegrasi untuk seluruh Indonesia.
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh empat sosok visioner di balik berdirinya Double Group, yaitu dr. Ichal Tawil, Coach Tom MC Ifle, Iksan Bangsawan, dan Anes Rembes. Keempatnya memiliki latar belakang berbeda, namun disatukan oleh visi besar untuk membangun ekosistem hiburan yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Direktur Double Helix sekaligus penggagas Double Group, Ichal Tawil, menjelaskan bahwa perusahaan ini tidak hadir untuk menciptakan persaingan baru, melainkan untuk menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku industri hiburan. “Double Group membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar ekosistem kita bangun ini agar betul-betul bagus,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.

Ichal juga menyoroti berbagai tantangan yang selama ini dihadapi oleh dunia event organizer, mulai dari belum adanya standar profesional yang jelas, tenaga kerja yang belum terorganisir dengan baik, hingga lemahnya sistem manajemen dan keuangan. Menurutnya, hal-hal tersebut harus dibenahi agar industri hiburan di Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan. “Double Group hadir untuk menjawab tantangan itu melalui penerapan standarisasi pelaku industri dengan sertifikasi nasional dan internasional, serta sistem manajemen profesional di setiap lini,” katanya.
Dalam visinya, Double Group ingin membangun ekosistem hiburan terbesar dari Indonesia Timur untuk Indonesia, dengan misi besar menjadi The Largest Entertainment Ecosystem in Indonesia. Visi ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara, tetapi juga pada pembangunan bisnis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing industri kreatif di berbagai daerah.
Perusahaan ini juga memiliki target ambisius untuk melantai di bursa saham (IPO) pada tahun 2028. Langkah tersebut dianggap sebagai komitmen untuk menjadikan Double Group sebagai perusahaan yang transparan, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. “Double Group akan terus mendorong sinergi, inovasi, serta menciptakan nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” lanjut Ichal.
Sementara itu, Coach Tom MC Ifle menegaskan bahwa Double Group dibangun bukan hanya sebagai holding yang kuat, tetapi juga kredibel dan siap menghadapi tantangan pasar global. “Kita lagi bangun sebuah holding yang bukan cuma kuat dan kredibel, tapi juga berkelanjutan dan siap melangkah ke tahap IPO. Double Group sudah punya roadmap yang realistis untuk go public. Sistemnya kami rancang terintegrasi, dari manajemen, keuangan, sampai strategi ekspansi, supaya semua pelaku event dan industri kreatif bisa naik kelas bareng. Tujuan akhirnya jelas, bikin Double Group jadi perusahaan publik yang dimiliki juga oleh orang-orang yang selama ini kerja di balik setiap acara,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Double Group juga memperkenalkan sejumlah program dan kegiatan yang akan dijalankan di berbagai daerah. Di antaranya adalah Double Sport, Music Festival, Growth Development, dan Tematik Culinary Festival, serta beberapa program pengembangan komunitas seperti event campus community, Double Group Academy, dan gathering event organizer dan vendor.
Melalui program-program tersebut, Double Group berupaya mempertemukan berbagai elemen industri kreatif dalam satu wadah yang terarah, memperkuat kolaborasi lintas bidang, serta mendorong pertumbuhan talenta baru yang profesional. Hal itu juga ditegaskan oleh Iksan Bangsawan, yang menilai bahwa industri event tidak akan berkembang tanpa sinergi antar pelaku dan komunikasi yang kuat. “Kami pengin bangun ekosistem yang bukan cuma solid, tapi juga bisa memberdayakan semua elemen di dalamnya. Industri event gak akan jalan tanpa kreativitas yang terarah dan komunikasi yang kuat. Di Double Group, kami nyatuin banyak elemen, dari event organizer, production, media, sampai teknologi, dalam satu visi besar. Harapannya, ekosistem ini bisa jadi tempat di mana semua pelaku merasa punya peran dan tumbuh bareng dalam semangat kolaborasi,” pungkasnya.
Hadir pula Anes Rembes, Direktur Intens Entertainment sekaligus salah satu sosok penting dalam Double Group, yang menyoroti pentingnya sinergi antara media, produksi, dan talenta. Baginya, ketiganya adalah komponen utama yang menentukan keberlangsungan industri hiburan. “Buat kami, media dan talent itu jantungnya industri hiburan. Mereka yang jadi wajah dan suara dari semua hal yang kita bangun. Dengan hadirnya kami di sini, diharapkan bisa nyatuin dunia produksi, media, dan manajemen talenta dalam satu sistem yang berkesinambungan. Kami pengin setiap karya dan setiap orang di dalamnya punya arah yang jelas dan nilai yang sama, yaitu profesional, kredibel, dan berdampak. Karena membangun industri hiburan bukan cuma soal siapa yang di atas panggung, tapi juga tentang menumbuhkan semua yang bekerja di baliknya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Double Group juga mengumumkan langkah strategis berupa akuisisi terhadap sejumlah vendor, event organizer, dan talenta profesional yang kini resmi bergabung di bawah naungan perusahaan. Langkah ini menjadi pondasi penting dalam membangun sistem yang terintegrasi dan memperluas jaringan ekosistem hiburan di Indonesia.
Peluncuran Double Group mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan yang hadir, mulai dari pelaku industri kreatif, perwakilan media, hingga komunitas lokal. Antusiasme mereka menunjukkan besarnya harapan terhadap kebangkitan ekosistem hiburan yang lebih profesional, kolaboratif, dan berdaya saing dari Timur Indonesia untuk seluruh negeri. (Brg/Kul)










