koranindopos.com – Jakarta. Laga antara Bahrain dan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor imbang 2-2 dalam sebuah pertandingan yang dramatis. Tuan rumah Bahrain sempat unggul 2-1 hingga perpanjangan waktu, namun Australia berhasil menyamakan kedudukan secara mengejutkan di menit ke-96. Hasil imbang ini memicu sorakan dari netizen, terutama di Indonesia, yang menilai bahwa Bahrain mendapatkan “karma” atas kejadian serupa yang melibatkan Timnas Indonesia sebelumnya.
Pada pertandingan yang berlangsung sengit, Bahrain hampir meraih kemenangan penting yang akan membawa mereka ke posisi yang lebih baik di Grup C. Namun, Australia, yang sudah tertekan, berhasil mencetak gol penyeimbang di masa injury time, membuat Bahrain kehilangan dua poin berharga. “Itu Bahrain kebobolan di injury time, kena karma dari King Indo,” komentar salah seorang netizen yang membandingkan kejadian tersebut dengan pertandingan antara Indonesia dan Bahrain sebelumnya.
Meski sama-sama meraih satu poin, posisi kedua tim di klasemen Grup C semakin memanaskan persaingan. Australia masih berada di posisi kedua dengan tujuh poin, namun hanya unggul satu poin dari empat tim di bawahnya yang sama-sama memiliki enam poin, termasuk Indonesia yang juga turut bersaing ketat. Bahrain berada di posisi kelima, kalah selisih gol -5 dibandingkan dengan Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki selisih gol -3.
Jepang, yang tidak tergoyahkan di puncak grup, masih memimpin dengan 16 poin, sementara sisa tim di bawahnya saling bersaing untuk memperebutkan posisi dua besar yang berpotensi membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Hasil imbang Bahrain melawan Australia mengingatkan banyak orang pada pertandingan sebelumnya antara Indonesia dan Bahrain. Dalam laga tersebut, Indonesia hampir meraih kemenangan dengan skor 2-1, namun Bahrain berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-99 melalui gol dramatis. Keputusan wasit yang dianggap kontroversial, dinilai oleh beberapa pihak, tidak adil bagi Indonesia dan memicu protes keras dari publik.
“Ini mah Bahrain beneran kena batunya sendiri, wkwkwk. Kebobolan pas injury time dengan situasi yang mirip-mirip pas lawan Indonesia kemarin,” ungkap seorang netizen lainnya. Reaksi serupa juga bermunculan di media sosial, banyak yang menyebut bahwa Bahrain kini merasakan akibat dari keputusan wasit yang dianggap merugikan Indonesia.
Reaksi netizen Indonesia begitu kental dengan sindiran yang menyebutkan bahwa Bahrain “mendapat karma” atas kejadian sebelumnya. Banyak yang merasa bahwa kejadian tersebut adalah bentuk pembalasan atas hasil yang diraih Bahrain di pertandingan melawan Indonesia.
“Karma itu nyata,” tulis salah seorang pengguna Twitter, sementara yang lain menambahkan, “Bahrain harus merasakan apa yang kami alami, kebobolan di injury time, itu pasti rasanya pahit.” Sindiran-sindiran tersebut semakin memperkuat narasi bahwa tim yang dulu merayakan hasil imbang di saat-saat terakhir kini merasakan perasaan yang sama.
Di laga selanjutnya, Indonesia akan terus berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di grup ini, berharap bisa meraih kemenangan lebih banyak agar tetap berada dalam jalur persaingan menuju Piala Dunia 2026. Sebagai bagian dari kelompok yang saling bersaing ketat, Indonesia akan terus fokus pada setiap pertandingan, terutama dalam menghadapi lawan-lawan berat seperti Bahrain dan Australia yang sudah menunjukkan permainan keras di Kualifikasi Piala Dunia 2026.(dhil)










