Koranindopos.com, Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan kekuatan baru melalui kolaborasi strategis antara aktris senior Acha Septriasa dengan duo pengusaha kreatif, Arya dan Ardi Dharma. Langkah Acha untuk terjun lebih dalam ke balik layar ditandai dengan terbentuknya sebuah rumah produksi yang siap melahirkan berbagai karya orisinal yang relevan dengan pasar domestik maupun internasional.
Menariknya, cikal bakal kerja sama ini tidak lahir dari meja rapat formal, melainkan dari sebuah kejadian tidak terduga pada Maret 2025. Saat menghadiri peluncuran pers film “Qodrat 2”, Acha yang merasa tidak enak hati karena terlambat hadir justru diperkenalkan kepada Arya dan Ardi yang ternyata juga mengalami kendala waktu yang sama.
“Ternyata mereka juga telat. Saya waktu itu minta maaf ke semua, ke Dian Sastro ke Pak Sunil, lalu aku dikenalin sama Arya dan Ardi,” kenang Acha Septriasa saat ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026).
Setelah pertemuan singkat di bulan Maret tersebut, komunikasi bisnis mulai mencapai puncaknya pada pertengahan Mei 2025. Di tengah masa transisi karir yang krusial, Acha menerima panggilan yang mengubah arah hidupnya. Diskusi yang bermula dari diskusi ringan tersebut berkembang menjadi penyamaan visi dan misi untuk membangun sebuah ekosistem film yang solid.
“Setelah itu kita tidak menghubungi lama, lalu 13 Mei 2025, di antara salat tobat saya tiba-tiba saya di-call Mas Arya diajakin rapat. Kita ngobrol dan mulai merasa ini kekeluargaan sekali. Jadi ternyata satu kunjungan,” ungkap aktris peraih Piala Citra tersebut.
Acha mengakui bahwa selama ini dirinya memendam banyak ide kreatif yang belum mendapatkan saluran yang tepat. Sebagai aktris yang sudah belasan tahun berkecimpung di depan kamera, ia merasakan betapa mendesaknya kebutuhan untuk memiliki kendali kreatif atas karya yang dihasilkan melalui pembentukan IP (Hak Kekayaan Intelektual) sendiri.
Lahirnya perusahaan film Avarta Media menjadi jawaban atas kegelisahan profesional Acha Septriasa. Dengan dukungan manajerial dan visi dari Arya serta Ardi, Acha kini berani mengambil risiko untuk menawarkan judul-judul film baru yang segar. Kemitraan ini memposisikan dirinya tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga penggerak utama dalam produksi film.
“Akhirnya saya punya wadah, makanya saya jadi berani memiliki ide baru di film dan meminta Ardi dan Arya membuat IP. Akhirnya kita membuat perusahaan dan siap menawarkan film-film yang kalian dengar,” tambahnya lagi.
Keberlanjutan perusahaan ini di masa depan sangat bergantung pada sinergi ketiga tokoh utama. Acha menekankan bahwa aspek kekeluargaan dan kepercayaan menjadi pilar utama yang mereka pegang teguh. Dengan transisi yang berjalan mulus dari aktris menjadi pelaku di balik layar, Acha optimis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan perfilman nasional.
“Mudah-mudah dengan adanya tim yang solid ini saling percaya dan juga mendukung kita bisa mempunyai fondasi yang kuat nantinya bisa bekerja sama dengan baik,” tutupnya. (Brg/Hend)










