Minggu, 7 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Gibran Minta Sistem Zonasi pada PPDB Dihilangkan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
22 November 2024
in Nasional, Iklan, Ruang Pajak
A A
0
gibran
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan instruksinya untuk menghilangkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurut Gibran, hal ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan besar menuju “Generasi Emas Indonesia 2045”. Instruksi ini telah disampaikan secara tegas kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, agar segera ditindaklanjuti.

Gibran mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya pada acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/11/2024). Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan bahwa kualitas pendidikan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kebijakan yang diterapkan saat ini, khususnya dalam menyiapkan generasi muda untuk menghadapi era digital.

Gibran menjelaskan bahwa kebijakan zonasi dalam PPDB saat ini dianggap tidak cukup efektif dalam memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh siswa di Indonesia. Dia menilai bahwa sistem ini membatasi peluang siswa untuk mengakses sekolah terbaik, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas.

“Dalam rakor dengan kepala dinas pendidikan, saya sampaikan secara tegas ke Pak Menteri Pendidikan, sistem zonasi harus dihilangkan,” ujar Gibran. Menurutnya, dengan menghilangkan sistem zonasi, semua anak Indonesia akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal.

Artikel Terkait

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Menaker Sampaikan Pentingnya Pelindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin berkembang. Salah satu langkah yang dianggapnya krusial adalah mempersiapkan anak-anak dengan keterampilan digital. Gibran menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak mengenai coding, pemrograman komputer, hingga digital marketing.

“Kalau kita bicara generasi emas, Indonesia 2045, ini kuncinya ada di pendidikan, kuncinya ada di anak-anak muda,” ujar Gibran. Dia mewanti-wanti agar Indonesia tidak sampai tertinggal dari negara-negara lain dalam hal penguasaan teknologi dan keterampilan digital yang semakin menjadi kunci utama dalam dunia kerja global.

Gibran juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan, dengan mengutamakan pendidikan berbasis keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penghapusan sistem zonasi diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk memilih sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, bukan terbatas oleh lokasi geografis.

Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan bisa mendukung terciptanya pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia, serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi terbaik mereka.(dhil)

Topik: PPDBppdb zonasiwapres gibran

TerkaitBerita

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional
Nasional

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026
Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

oleh Editor : Anggoro
7 Juni 2026
Menaker Buka Orientasi Program Pemagangan Nasional Batch III
Nasional

Menaker Sampaikan Pentingnya Pelindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah

oleh Editor : Anggoro
6 Juni 2026
Bahlil Tegaskan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Nasional

Bahlil Tegaskan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

oleh Editor : Affandy
6 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

AJANG LARI: Dari kiri, Brand Ambassador 910Nineten Indonesia Sandiaga Uno, CEO 910Nineten Indonesia Anastasia Irene, dan Influencer Dr. Tirta saat grand opening gerai 910Nineten Indonesia Anastasia Irene di Fx Sudirman, Jakarta Selatan pada Minggu (7/6/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOSCOM)

Yuk! Daftar 910Nineten Race 2026 di ICE BSD

7 Juni 2026
Pendaftaran Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen Diperpanjang hingga 19 Juni 2026

Pendaftaran Beasiswa S1/D4 Guru Kemendikdasmen Diperpanjang hingga 19 Juni 2026

7 Juni 2026
Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

7 Juni 2026
Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp 44.000 per Gram

Harga Emas Anjlok dalam Sepekan, Turun Rp61.000 per Gram pada Awal Juni 2026

7 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3443 shares
    Share 1377 Tweet 861
  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya