Selasa, 21 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Nasional

Gibran Minta Sistem Zonasi pada PPDB Dihilangkan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
22 November 2024
in Nasional, Iklan, Ruang Pajak
0
gibran
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan instruksinya untuk menghilangkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurut Gibran, hal ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan besar menuju “Generasi Emas Indonesia 2045”. Instruksi ini telah disampaikan secara tegas kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, agar segera ditindaklanjuti.

Gibran mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya pada acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/11/2024). Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan bahwa kualitas pendidikan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kebijakan yang diterapkan saat ini, khususnya dalam menyiapkan generasi muda untuk menghadapi era digital.

Gibran menjelaskan bahwa kebijakan zonasi dalam PPDB saat ini dianggap tidak cukup efektif dalam memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh siswa di Indonesia. Dia menilai bahwa sistem ini membatasi peluang siswa untuk mengakses sekolah terbaik, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas.

“Dalam rakor dengan kepala dinas pendidikan, saya sampaikan secara tegas ke Pak Menteri Pendidikan, sistem zonasi harus dihilangkan,” ujar Gibran. Menurutnya, dengan menghilangkan sistem zonasi, semua anak Indonesia akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal.

Artikel Terkait

KP2MI dan MCA Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil, Fokus pada Sektor Strategis

Pengakuan Bobby Mahendro: Dugaan Permintaan Uang Miliaran oleh Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Terungkap di Persidangan

Danantara Jadi Terobosan Pengelolaan BUMN, Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin berkembang. Salah satu langkah yang dianggapnya krusial adalah mempersiapkan anak-anak dengan keterampilan digital. Gibran menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak mengenai coding, pemrograman komputer, hingga digital marketing.

“Kalau kita bicara generasi emas, Indonesia 2045, ini kuncinya ada di pendidikan, kuncinya ada di anak-anak muda,” ujar Gibran. Dia mewanti-wanti agar Indonesia tidak sampai tertinggal dari negara-negara lain dalam hal penguasaan teknologi dan keterampilan digital yang semakin menjadi kunci utama dalam dunia kerja global.

Gibran juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan, dengan mengutamakan pendidikan berbasis keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penghapusan sistem zonasi diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk memilih sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, bukan terbatas oleh lokasi geografis.

Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan bisa mendukung terciptanya pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia, serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi terbaik mereka.(dhil)

Topik: PPDBppdb zonasiwapres gibran

TerkaitBerita

KP2MI dan MCA Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil, Fokus pada Sektor Strategis
Nasional

KP2MI dan MCA Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil, Fokus pada Sektor Strategis

oleh Editor : Doe
21 April 2026
Pengakuan Bobby Mahendro: Dugaan Permintaan Uang Miliaran oleh Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Terungkap di Persidangan
Nasional

Pengakuan Bobby Mahendro: Dugaan Permintaan Uang Miliaran oleh Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Terungkap di Persidangan

oleh Editor : Affandy
21 April 2026
Danantara
Nasional

Danantara Jadi Terobosan Pengelolaan BUMN, Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

oleh Editor : Hairul
21 April 2026
Skandal Fitnah Pengusaha Kosmetik Heni Sagara: Dua Buzzer Garut Resmi Diseret ke Kejaksaan
Nasional

Skandal Fitnah Pengusaha Kosmetik Heni Sagara: Dua Buzzer Garut Resmi Diseret ke Kejaksaan

oleh Editor : Akula
20 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Motor Listrik Futuristik Kian Populer, Dari Gaya Cyberpunk hingga Teknologi Canggih

Motor Listrik Futuristik Kian Populer, Dari Gaya Cyberpunk hingga Teknologi Canggih

21 April 2026
KP2MI dan MCA Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil, Fokus pada Sektor Strategis

KP2MI dan MCA Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil, Fokus pada Sektor Strategis

21 April 2026
Hari Pertama UTBK SNBT 2026 Diwarnai Kecurangan, dari Teknologi Canggih hingga Joki

Hari Pertama UTBK SNBT 2026 Diwarnai Kecurangan, dari Teknologi Canggih hingga Joki

21 April 2026
Serangan Jantung Saat Bermain Padel, Pria 37 Tahun di Jakarta Barat Alami Gejala Tak Biasa

Serangan Jantung Saat Bermain Padel, Pria 37 Tahun di Jakarta Barat Alami Gejala Tak Biasa

21 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2833 shares
    Share 1133 Tweet 708
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    639 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Drama Perebutan Anak Berujung Pidana: Agnes Brenda Lee Dituntut 9 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Ingin Keadilan yang Berimbang

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya