Koranindopos.com – Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (16/7/2026) setelah sehari sebelumnya melonjak tajam hingga Rp20.000 per gram. Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam terkoreksi Rp2.000 per gram menjadi Rp2.633.000 per gram.
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia Antam, penurunan ini juga diikuti oleh harga buyback atau harga pembelian kembali emas yang turun dengan nominal sama, yakni Rp2.000, sehingga berada di level Rp2.380.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam pada Kamis (16/7/2026):
| Berat | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.366.500 |
| 1 gram | Rp2.633.000 |
| 2 gram | Rp5.206.000 |
| 3 gram | Rp7.784.000 |
| 5 gram | Rp12.940.000 |
| 10 gram | Rp25.825.000 |
| 25 gram | Rp64.437.000 |
| 50 gram | Rp128.795.000 |
| 100 gram | Rp257.512.000 |
| 250 gram | Rp643.515.000 |
| 500 gram | Rp1.286.820.000 |
| 1.000 gram | Rp2.573.600.000 |
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp2.615.000 hingga Rp2.655.000 per gram, mencerminkan volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar logam mulia.
Sementara jika melihat pergerakan selama satu bulan terakhir, harga emas berada dalam rentang Rp2.615.000 hingga Rp2.733.000 per gram, menunjukkan bahwa meski sempat menyentuh level lebih tinggi, harga kini kembali mengalami koreksi.
Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penyesuaian turun menjadi Rp2.380.000 per gram.
Harga buyback merupakan acuan yang digunakan apabila pemilik emas ingin menjual kembali emas batangan mereka kepada Antam.
Masyarakat yang melakukan transaksi buyback juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
Pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback dilakukan.
Meski mengalami koreksi tipis, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.
Pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari nilai tukar dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi global, hingga kondisi geopolitik. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan membeli maupun menjual emas.(dhil/dtk)










