Koranindopos.com, INDIA-Proyek terowongan India menjadi perhatian publik dunia. Mereka melubangi pengunungan Himalaya hingga menembus Ladakh. Itu adalah wilayah perbatasan China (Tiongkok).
Proyek tersebut melibatkan sejumlah insinyur India. Mereka berhasil menembus lapisan batuan terakhir pegunungan Himalaya dalam pengeboran terowongan strategis Zojila sejauh 13,14 kilometer pada Senin (8/6/2026).
Ekskavator memotong bagian terakhir batuan dalam tonggak penting pembuatan terowongan Zojila sepanjang 13,14 kilometer. Itu akan menghubungkan dua sisi yang sebelumnya terputus oleh salju selama musim dingin yang membeku.
Ladakh merupakan salah satu wilayah perbatasan daratan antara India dan Tiongkok. Perbatasan tersebut termasuk yang terpanas di dunia karena kerap terjadi konfrontasi militer di sana. Bentrokan terparah militer antara dua negara itu terjadi pada 2020 lalu. Tiongkok dan India kerap bersitegang untuk memperebutkan pengaruh di Asia Pasifik.
Hubungan kemudian membaik setelah bentrokan perbatasan tahun 2020, tetapi perbatasan sepanjang 3.500 kilometer itu masih menjadi sumber ketegangan yang terus-menerus antara dua negara tetangga pemilik senjata nuklir ini.
Terowongan ini merupakan bagian dari perluasan pembangunan infrastruktur di India. Jalur yang menembus Himalaya itu akan menghubungkan jalan raya dan kereta api sehingga memungkinkan perdagangan, pasukan, dan pasokan untuk bergerak sepanjang tahun dari dataran rendah India yang panas ke zona perbatasan yang tinggi dan dingin. ”Ini bukan sekadar terowongan, tetapi juga jalur kehidupan,” kata Menteri Jalan Raya India Nitin Gadkari saat peresmian terowongan dataran tinggi tersebut pada Selasa (9/6/2026), dikutip dari AFP.
Pembangunan merupakan bagian dari rute yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas secara cepat antara Srinagar, kota utama di Kashmir yang dikuasai India dan Leh, kota kunci di Ladakh. Saat ini perjalanan darat antar kota terhalang selama musim dingin karena salju tebal yang kerap kali lebih tinggi dari truk. Lebih dari 3.000 pekerja terlibat sejak 2020 dalam penggalian terowongan, yang melewati bawah Jalur Zojila setinggi 3.528 meter. (cnni/mmr)










