
JAKARTA, koranindopos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menyampaikan tiga hal terkait upaya penanggulangan harga dan distribusi pangan. Hal tersebut sebagai bentuk evaluasi sekaligus introspeksi mengenai penanganan yang dilakukan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah introspeksi mengenai kebijakan yang selama ini telah dilakukan pemerintah, baik di kementerian maupun lembaga. Apabila kebijakan yang dijalankan menjadi penghambat, maka persoalan tersebut perlu dicarikan solusi terbaiknya.
“Bahkan jika memungkinkan, permasalahan tersebut diminta untuk diselesaikan dalam rapat eselon I kementerian dan lembaga terkait,” ujar Suhajar melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/3). Hal kedua berkaitan dengan suplai pangan. Menurutnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memiliki perhatian serius terhadap urusan tersebut. Mendagri bahkan mendorong Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk terus bergerak memastikan suplai pangan dapat tersalurkan kepada masyarakat.
Suhajar menyampaikan pesan Mendagri yang telah disampaikan pada Rakor (Rapat Koordinasi) pada Jumat lalu bersama Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian agar Satgas Pangan bergerak. Begitu pula satgas kabupaten/kota yang ketuanya adalah para sekretaris daerah (sekda). Para satgas tersebut diminta untuk mengontrol suplai pangan yang menumpuk. “Satgas Pangan juga didorong untuk berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri. Tujuannya apabila ada pelanggaran agar dapat segera ditindak,” tegas Suhajar.
Ketiga, lanjut Suhajar, yakni upaya distribusi pangan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat dijalankan beriringan dengan penanggulangan suplai pangan. Dalam kaitan ini, Satgas diharapkan melakukan pendekatan persuasif untuk memastikan kebutuhan pangan, utamanya gula dan minyak goreng, dapat tersalurkan kepada masyarakat. “Hari ini operasi kita adalah bagaimana agar distribusi itu bergerak dengan cepat, dan minyak goreng serta gula itu cepat sampai ke konsumen yang membutuhkan. Awal April ini sudah masuk puasa, kecenderungan naik 10 persen menjelang Ramadan,” papar Suhajar.
Berdasar arahan Mendagri, Suhajar meminta jajaran sekda baik di provinsi, kabupaten, maupun kota agar dapat memimpin operasi pasar. Harapannya persoalan pangan seperti kelangkaan barang yang kerap terjadi di pasar, dapat terurai dan terselesaikan dengan baik. “Kemudian satu lagi pesan Pak Mendagri (dalam) menstabilkan harga pangan, menyampaikan pangan sampai ke masyarakat dengan mudah dan cepat. Ini mari kita anggap sebagai ibadah, karena kalau kita mampu menstabilkan harga pangan ini yang terjangkau kepada rakyat, rakyat merasa terlindungi oleh negara,” tandas Suhajar.(hai)









