
JAKARTA, koranindopos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Bambang Susantono menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/3). Presiden mengharapkan agar IKN dapat membangun peradaban baru yang merefleksikan kota Indonesia di masa depan. Pembangunan IKN tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik tetapi juga memperhatikan interaksi antarwarga. Selain itu, kota ini juga akan dibangun sebagai kota pintar yang diwarnai dengan digitalisasi.
Bambang mengungkapkan, Presiden Jokowi mengharapkan IKN menjadi satu kota yang dapat merefleksikan kota Indonesia di masa depan. “Di mana tentu saja semua tantangan dan refleksi ke masa depan kita akan terangkum di dalam kota ini,” kata Bambang dikutip dari laman resmi Sekretaris Kabinet. Menurutnya, IKN harus menjadi kota humanis yang mengedepankan interaksi, kerekatan sosial dan kohesivitas antarwarganya. Program-program yang ada tidak hanya semata-mata membangun fisik tapi kami juga membangun kerekatan sosial.
“Ingin membangun masyarakat yang dinamis, yang vibrant sehingga ini akan menjadi kota untuk semua (a city for all),” papar Bambang. Selain itu, Jokowi juga berharap agar IKN menjadi kota percontohan, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia. “Titipan dari Bapak Presiden salah satunya, kota itu harus membangun satu peradaban baru. Beliau menginginkan kota ini menjadi kota percontohan yang tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga kalau bisa it’s a global city,” sambungnya.
Bambang mengatakan, dia bersama Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe akan segera memulai tugas dan amanah untuk membangun Kota Nusantara yang inklusif, hijau, cerdas, dan berkelanjutan. Pembangunan sebuah kota memerlukan waktu 15-20 tahun hingga kota tersebut mempunyai roh atau soul of the city. Pihaknya ingin membangun kota tidak hanya membangun fisiknya tetapi membangun kerekatan sosialnya. “Bagaimana interaksi antarwarganya, bagaimana kota tersebut benar-benar akan menjadi kota yang layak huni, humanis, dan liveable,” tuturnya.
Menurut Bambang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuannya mempersiapkan konsep-konsep pembangunan IKN. “Misalnya dengan Bappenas yang sejak 2017 sudah melakukan berbagai studi. Juga dengan kementerian lain yang akan meneruskan berbagai pembangunan, misalnya PUPR dan yang lain,” tandas Bambang.(hai)









