Koranindopos.com – KOTA BEKASI. Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menemani Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Selasa (3/1/2023).
Pada kegiatan itu, Tri mengaku sangat mengapresiasi teknologi yang digagas Pemprov DKI Jakarta dalam komitmennya menangani permasalahan sampah. Yakni, teknologi landfill mining.
’’Saya rasa ini teknologi yang menjanjikan, mewujudkan sebuah solusi dari masalah sampah. Bahkan, dari solusi tersebut, dapat terwujud energi terbaru dan memiliki nilai ekonomi yang memiliki banyak manfaat untuk keberlangsungan kehidupan. Kami ucapkan terima kasih atas komitmen sungguh-sungguh Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan sampah,’’ jelas Tri.
Dia memastikan, Pemkot Bekasi mendukung penuh terobosan yang dilakukan dalam mengentaskan permasalahan di TPST Bantar Gebang.
’’Kami akan terus mendukung terobosan Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah serta akan membantu memastikan dan terus bekerja sama, berkomunikasi dengan baik dalam pembangunan area baru TPST Bantar Gebang agar lebih optimal,’’ sambung Tri.
Sebagai informasi, teknologi landfill mining mengacu pada penambangan sampah. Sementara itu, RDF adalah bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari pembakaran sampah yang memiliki nilai kalor tinggi seperti plastik, kertas, kain, dan karet atau kulit.
Lalu, digagaslah RDF plant, yakni teknologi yang mampu memisahkan sampah padat perkotaan antara yang mudah terbakar dan yang sulit terbakar. Jadi, menurut Pemprov DKI, teknologi tersebut dapat menghasilkan bahan baku energi ramah lingkungan untuk industri.
Pada kesempatan itu, Heru menyampaikan, ada 7.500 ton sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang per hari. Adanya teknologi tersebut diharapkan mampu meminimalkan sampah tanpa perlu diolah kembali dan bisa menjadi bahan bakar seperti batu bara.
’’RDF plant sudah ditanamkan di TPST Bantar Gebang dan sedang diuji coba. Dari uji coba tersebut, dari 7.500 ton sampah yang dibuang ke Bantar Gebang per hari, yang sudah dikonversi menjadi campuran batu bara 1.000 ton. Progres proyek pembangunan area baru untuk fasilitas ini sudah 98 persen dan sebentar lagi beroperasi secara maksimal,’’ jelasnya. (fri/mmr)










