
JAKARTA, koranindopos.com – Dalam rangka mendorong program inkubator wirausaha, Yayasan Inovasi dan Teknologi Indonesia (Inotek Foundation) melakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) di Jakarta, (7/1).
Inotek Foundation tergabung dalam program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM 2022 bersama dengan tujuh lembaga inkubator lainnya, yakni Cubic Inkubator Bisnis, Alif Learning Center, Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya.
Kemudian, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga, Siger Innovation Hub, Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, dan Inkubator Unit Bisnis LPPM Universitas Negeri Semarang.
Kedelapan lembaga inkubator tersebut merupakan hasil kurasi dan seleksi yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM untuk menjalankan program inkubasi di tahun 2022.
Founder Inotek Foundation, Sandiaga S. Uno mengatakan, Inotek sudah berdiri sejak tahun 2006, dan sejak tahun 2008 menjadi sebuah Yayasan untuk mendukung pengembangan usaha pemula, kecil dan menengah yang berbasis teknologi tepat guna.
“Alhamdulillah dari tahun ke tahun Inotek ini sudah berkembang dengan baik karena ada tim yang solid dan sangat baik di balik layar Inotek Foundation,” ujar Sandiaga.
Menurutnya, kerja sama ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan UMKM khususnya di bidang teknologi melalui program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM.
“Saya sudah mengenal sekali dengan LPDB-KUMKM ini, karena awalnya dibeberapa pemerintahan yang lalu kami juga mengusulkan, Kementerian Koperasi dan UKM harus menyatu untuk finance, terutama di bagian koperasi,” kata Sandiaga.
Sandiaga menegaskan, pihaknya siap bekerja sama dan bersinergi baik melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maupun melalui Inotek Foundation.
“Kami ingin hadir, Kemenparekraf secara tegas menyampaikan kami ingin memberikan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, karena bangsa ini sudah menunggu solusi, dan semua ini ekosistem yang baik, dan LPDB-KUMKM punya uang, ide inovatif ini harus mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Sandiaga.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, di tahun 2022 ini LPDB-KUMKM terus menjalankan program inkubator wirausaha bersama dengan delapan lembaga inkubator terpilih.
“Mulai tahun 2022 ini kita bisa berkolaborasi dan ini sangat baik, dan memang kami LPDB-KUMKM juga diamanahkan untuk menjalankan program inkubasi, mudah-mudahan inkubasi yang dijalankan oleh Inotek, tenant-tenant yang tergabung dapat bergabung dalam koperasi, dan LPDB-KUMKM dapat masuk ke pembiayaan,” kata Supomo. (riz)










