koranindopos.com – JAKARTA. Upaya penanganan korban dan pengungsi bencana kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara masih terus dilakukan. Pemprov DKI memastikan kebutuhan dasar korban dan pengungsi terpenuhi, mulai dari makanan hingga pakaian. Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan fasilitas kesehatan dan tenaga medis bagi warga yang terdampak musibah kebakaran tersebut.
Untuk memantau perkembangan penanganan bencana kebakaran depo tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI mendampingi Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke RPTRA Rasela, Jakarta Utara, pada Minggu (5/3/2023).
Heru menyebutkan, pemerintah segera mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang. ”Presiden berpesan tadi bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, evaluasi akan dilakukan untuk meninjau kembali zonasi serta langkah ke depan. Apakah depo yang akan digeser atau masyarakat direlokasi,” ujarnya.
Selain itu, Heru juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI terus mendampingi para penyintas di pengungsian dalam berbagai aspek. Mulai dari kegiatan terkait aspek kesehatan fisik hingga kesehatan mental. Tujuannya, agar proses pemulihan korban berjalan lancar.
”Untuk kesehatan mental dilakukan bersama oleh Tim Psikososial BPBD, Dinas Sosial, Pelopor Perdamaian Kementerian Sosial, dan Jakarta Sehat melalui terapi bermain, menggambar, bernyanyi, menari, serta membagikan boneka bagi penyintas, juga makanan ringan. Selain itu, untuk menghibur, layanan psikososial dilakukan untuk membantu mengurangi beban emosi korban, serta mencegah dampak psikologis yang lebih mendalam, khususnya kepada anak-anak,” terangnya.
Berdasar data BPBD DKI hingga pukul 18.00 kemarin, ada sebanyak 226 jiwa yang mengungsi. Perinciannya, di Kantor PMI Jakarta Utara sebanyak 186 jiwa dan RPTRA Rasela berkurang sebanyak 260 jiwa, sehingga jumlahnya menjadi 40 jiwa. Sementara yang meninggal dunia, berdasar BNPB hingga kemarin ada sebanyak 19 orang. (wyu/mmr)















