koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah Jepang memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengungkapkan bahwa Jepang memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga 254 hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi di hadapan Parlemen Jepang pada 2 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi, termasuk dampak dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memicu kekhawatiran global.
Dikutip dari Mainichi, Selasa (3/3/2026), Takaichi membahas situasi tersebut dalam pertemuan Komite Anggaran Parlemen setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Takaichi, stabilitas pasokan energi menjadi prioritas utama pemerintah, mengingat Jepang sangat bergantung pada impor minyak mentah untuk mendukung aktivitas industri dan kebutuhan domestik. Dengan cadangan yang tersedia saat ini, pemerintah meyakini kebutuhan energi nasional tetap dapat terpenuhi dalam jangka menengah meski terjadi gangguan distribusi global.
Penutupan Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak global. Gangguan di wilayah itu berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional dan mengganggu rantai pasok berbagai negara pengimpor, termasuk Jepang.
Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik serta menyiapkan langkah-langkah tambahan jika diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.(dhil)










