Sabtu, 2 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Kalbe Jaga Buah Hati Dengan Vaksin Sejak Dini

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
15 Juni 2023
in Kesehatan
A A
0
PT Kalbe Farma Tbk
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha PT Kalventis Sinergi Farma mengedukasi masyarakat tentang peran penting vaksinasi primer dan booster. Dalam hal ini, untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap kesehatan buah hati sejak dini. Sebab, sistem kekebalan alami membutuhkan waktu untuk melawan virus tertentu, sehingga respons kekebalan spesifik melalui vaksinasi menjadi sangat penting dalam mencegah penyakit yang parah atau wabah.

“Vaksinasi sangat penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh kita. Melalui vaksinasi, kita dapat melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan merespons ancaman potensial seperti virus,” ujar Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, BmedSci, M.Kes, dalam Live Instagram @ptkalbefarmatbk.

Bahkan, vaksinasi memiliki peran vital dalam melawan penyakit yang mengancam jiwa dan mencegah terjadinya epidemi. Beberapa jenis vaksin yang tersedia, kata dr. Miza, antara lain vaksin hepatitis B, polio, BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk tuberkulosis, HIB (Haemophilus influenzae tipe B) untuk pneumonia atau meningitis, DPT (Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus), dan lainnya. Setiap vaksin memiliki target untuk melawan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, atau wabah.

Menurut dr. Miza, vaksinasi primer melibatkan serangkaian dosis vaksin pada bayi untuk merespons antibodi awal. Misalnya, vaksin DPT diberikan pada bayi usia dua, tiga, dan empat bulan, secara berurutan. Namun, kadar antibodi bisa menurun, sehingga diperlukan dosis penguat pada bayi usia 18 bulan dan lima tahun.

Artikel Terkait

Meski Anggaran Terbatas, Kepala BPOM Sidak Dapur MBG di Jakarta

Pernyataan Kepala BGN Tuai Sorotan di Tengah Duka Kecelakaan Bekasi Timur

Jepang Cari Cara Atasi Krisis Kelahiran, Warga Lajang Diberi Insentif Pakai Aplikasi Kencan

“Pada usia sekitar 16 bulan, antibodi anak mulai turun. Sebelum antibodinya habis, kita perlu melakukan booster DPT yang biasa dilakukan di 16 bulan, atau setelah dua bulan diberikan booster maka di usia 18 bulan. Booster untuk menguatkan, bisa berkali lipat antibodinya, sehingga perlindungannya lebih kuat dan lebih panjang,” jelas dr. Miza.

“Setelah diberikan booster ini, biasanya antibodi akan mulai menurun sekitar di usia empat tahun, pada saat sekitar usia empat tahun itu mulai menurun, maka di usia lima tahun diberikan booster DPT lagi,” tambahnya.

Apabila tidak melakukan vaksinasi pada usia-usia tersebut, dr. Miza menekankan tidak ada kata terlambat dalam menjalani imunisasi. Kecuali, untuk vaksin pencegah penyakit TBC seperti BCG dan rotavirus (pencegah penularan diare) yang memiliki batasan usia. Namun, penting untuk tidak menunda imunisasi karena dapat membuat anak rentan terhadap penyakit.

Di sisi lain, bagi orang tua yang meragukan atau bingung dengan status imunisasi anaknya, dr. Miza mengimbau orang tua mengunjungi fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Dengan memberikan catatan vaksinasi anak, tenaga kesehatan dapat mengevaluasi vaksin mana yang perlu dilengkapi.

Dokter Miza juga menekankan pentingnya untuk tidak menunda imunisasi karena dapat membuat anak rentan terhadap penyakit. Hal ini diilustrasikan dengan skenario di mana seorang anak melewatkan vaksin DPT dan kemudian bertemu dengan teman yang terinfeksi pertusis. Situasi seperti itu dapat dihindari dengan segera menyelesaikan vaksinasi yang diperlukan.

Sementara itu, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi dapat mencegah 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahun. Franchise Manager di PT Kalventis Sinergi Farma, Dainty Loresia, pun memperhatikan bahwa vaksinasi secara efektif dapat mengurangi risiko sejumlah penyakit, hingga mencegah kematian dan komplikasi penyakit.

“Kalventis memiliki sejumlah vaksin, salah satunya vaksin 6 in 1 (hexavalent vaccine), yang memiliki teknologi siap pakai (ready to use) atau tidak perlu pencampuran lagi untuk menjamin ketepatan dosis. Vaksin kombinasi ini hanya dengan satu suntikan dapat melindungi dari enam penyakit berbahaya yaitu, Difteri, Tetanus, aPertusis, IPV, Hepatitis B, dan Hib (Haemophilus influenza tipe B). Hal ini berbeda dengan monovalent, karena kalau kita satu suntikan sudah bisa mencegah enam penyakit yang menular dan berbahaya,” papar Dainty.

Pendekatan tersebut diyakini lebih efisien dan memungkinkan lebih banyak anak untuk menerima beberapa vaksinasi sekaligus. Dainty juga mencatat bahwa vaksinasi kombinasi mengurangi risiko paparan anak-anak terhadap pasien sakit lainnya ketika sedang berada di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

“Vaksin Kalventis juga ada vaksin booster atau pre-school vaksin booster. Selain DTaP, juga terkandung IPV (polio suntik) sebagai booster dan itu ada empat dalam satu suntikan. Jadi kalau tadi itu kalau kita ada vaksin heksavalen 6 in 1 di usia dua, tiga, empat atau dua, empat, enam bulan, kemudian ada booster di usia 18 bulan, dilanjutkan lagi dengan pre-school booster, mulai dari lima tahun ada vaksinnya DPT + polio, jadi cukup lengkap,” tutup Dainty. (ris)

Topik: PT Kalbe Farma Tbk

TerkaitBerita

Meski Anggaran Terbatas, Kepala BPOM Sidak Dapur MBG di Jakarta
Kesehatan

Meski Anggaran Terbatas, Kepala BPOM Sidak Dapur MBG di Jakarta

oleh Editor : Affandy
30 April 2026
Pernyataan Kepala BGN Tuai Sorotan di Tengah Duka Kecelakaan Bekasi Timur
Kesehatan

Pernyataan Kepala BGN Tuai Sorotan di Tengah Duka Kecelakaan Bekasi Timur

oleh Editor : Affandy
29 April 2026
Jepang Cari Cara Atasi Krisis Kelahiran, Warga Lajang Diberi Insentif Pakai Aplikasi Kencan
Kesehatan

Jepang Cari Cara Atasi Krisis Kelahiran, Warga Lajang Diberi Insentif Pakai Aplikasi Kencan

oleh Editor : Affandy
28 April 2026
Isu Balita Meninggal Akibat Program MBG di Cianjur Dibantah BGN
Kesehatan

Isu Balita Meninggal Akibat Program MBG di Cianjur Dibantah BGN

oleh Editor : Affandy
27 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

BYD Ti7 Flash Charging Edition: SUV Listrik Canggih dengan Jarak Tempuh 755 Km dan Pengisian Super Cepat

BYD Ti7 Flash Charging Edition: SUV Listrik Canggih dengan Jarak Tempuh 755 Km dan Pengisian Super Cepat

2 Mei 2026
Perempuan di Cipondoh Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perempuan di Cipondoh Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan

2 Mei 2026
Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 23 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural di Bandara Soekarno-Hatta

Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 23 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural di Bandara Soekarno-Hatta

2 Mei 2026
KAKAK BERADIK: Marc Marquez dan Alex Marquez di MotoGP Qatar 2025. (Foto Ilustrasi: Gesini Racing)

Persaingan Marquez Bersaudara Justru Buat Ibu Mereka Senang

2 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2963 shares
    Share 1185 Tweet 741
  • Mantan Legal Manager Hadapi Proses Hukum, Kuasa Hukum Sampaikan Keberatan

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Bahlil Arsitek, Sarmuji Eksekutor

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Alvaro Arbeloa Segera Tinggalkan Real Madrid

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya