JERMAN, koranindopos.com – Surat kabar Berlin Tagesspiegel mengungkap skandal seks yang menyeret nama Kanselir Jerman Olaf Scholz. Diketahui, Scholz dan partainya, Social Demokrat (SPD), diduga telah membius sembilan perempuan yang menghadiri undangan pesta masa reses parlemen di musim panas pada Sabtu (9/7/2022).
Menurut surat kabar tersebut, sembilan perempuan yang hadir dalam pesta terbatas itu mengaku sempat tidak sadar dan tidak bisa mengingat apa-apa setelah mengonsumsi minuman di pesta itu. Mereka meyakini minumannya telah diberi obat bius.
Wakil Pemimpin SPD Lars Klingbeil mengaku terkejut dengan pemberitaan heboh itu. ”Itu membuat saya marah. Hal seperti itu bisa terjadi di sebuah acara yang diselenggarakan oleh SPD,” kata Klingbeil.
Klingbeil berharap mereka yang bertanggung jawab akan ditahan dan diselidiki. Klingbeil juga membenarkan bahwa ada laporan terkait pesta tersebut. Polisi Berlin mengatakan petugas sedang menyelidiki tuduhan cedera tubuh serius yang dialami sejumlah perempuan tersebut. Polisi melakukan penyelidikan setelah seorang perempuan 21 tahun mengajukan pengaduan terkait pesta tersebut.
Perempuan itu melakukan tes medis ke rumah sakit sehari setelah pesta berlangsung. Ia mengaku hanya mengkonsumsi makanan dan minuman nonalkohol di acara tersebut. ”Saya menyarankan semua yang terkait untuk mengajukan keluhan,” kata juru bicara SPD, Katja Mast, di Twitter.
SPD mengirim surat elektronik ke semua yang diundang ke pesta tersebut dan mengutuk tindakan mengerikan itu. Sekitar seribu orang termasuk Scholz dan anggota parlemen hadir di pesta tersebut yang kerap digelar menjelang reses parlemen pada musim panas. ”Itu adalah acara internal. Anda hanya bisa masuk dengan undangan,” kata juru bicara itu.
Dalam sebuah pernyataan, polisi Berlin mengatakan wanita yang mengajukan pengaduan tidak memiliki ingatan tentang pesta, mendorongnya untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan mengajukan pengaduan.
Perempuan itu mengatakan kepada polisi bahwa dia merasa mual dan pusing selama acara tersebut setelah mengonsumsi makanan dan minuman nonalkohol. Polisi mengatakan sejauh ini telah menerima pengaduan dari empat kasus serupa.
Obat bius biasanya digunakan pada minuman atau makanan dan dapat membuat korban bingung dan tidak mampu membela diri saat diserang. Di Jerman, cukup marak kasus obat bius seperti ini digunakan. Pada 2021, polisi Berlin melaporkan 22 kasus yang melibatkan obat bius pemerkosaan ini, menurut harian Berliner Zeitung. (cnni/mmr)










