Koranindopos.com, Jakarta – Dunia belanja digital ternyata tidak selalu memberikan kepuasan bagi para konsumennya, termasuk bagi kalangan selebritas. Presenter ternama tanah air, Arie Untung, baru-baru ini membagikan sebuah cerita menggelitik sekaligus unik mengenai pengalaman pribadinya. Siapa yang menyangka bahwa keputusan besarnya untuk mendukung pengrajin sepatu lokal justru berakar dari rasa trauma.
Arie mengaku bahwa dirinya sudah berulang kali merasa tertipu atau mendapatkan pengalaman ‘zonk’ ketika memesan alas kaki melalui platform online. Masalah utama yang sering dihadapinya adalah ukuran kaki yang berada di atas rata-rata ukuran orang Indonesia pada umumnya. Mencari ukuran yang pas secara daring terbukti menjadi tantangan yang cukup berat bagi sang presenter.
Bagi pria yang kerap tampil modis ini, memiliki ukuran kaki nomor 46 atau 47 sering kali mendatangkan kesulitan tersendiri. Berbelanja kebutuhan alas kaki melalui media digital dianggapnya tidak mampu memberikan jaminan visual yang akurat dan sesuai dengan kondisi barang yang sebenarnya.
”Karena zonk, beli produk lain, rasanya seperti zonk lagi. Jadi begitu, zonk dapat zonk lagi,” kata Arie Untung di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Suami dari Fenita Arie ini memaparkan pandangannya mengenai situasi pasar digital yang berkembang pesat pada era modern saat ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan atau AI dalam memanipulasi gambar produk semakin mempersulit calon pembeli. Konsumen kini kian sukar untuk menguji dan membedakan kualitas barang yang asli hanya lewat layar ponsel.
Fenomena manipulasi visual tersebut yang akhirnya menyadarkan Arie mengenai arti penting dari sebuah pengalaman belanja konvensional. Ia menilai bahwa proses melihat, menyentuh, serta merasakan langsung material produk sebelum membeli adalah hal yang mutlak. Melalui cara itu, kualitas sebuah produk alas kaki dapat dipastikan dengan sangat akurat.
Berangkat dari keresahan pribadi yang mendalam tersebut, figur publik ini akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah nyata di industri mode. Arie kini telah resmi bergabung dan mengambil peran strategis sebagai Pemegang Saham Baru SPOKATS by Grebe. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepeduliannya terhadap keberlangsungan ruang usaha bagi produk-produk dalam negeri.
Melihat keresahan Arie Untung dan tak ingin pecinta produk sepatu lokal mengalami apa yang dialami Arie, Triangga, selaku Pendiri SPOKATS by Grebe berinisiatif membuka SPOKATS.
“Saat ini, masih banyak orang yang ingin membeli sepatu kets lokal, tetapi hanya bisa mendapatkannya secara online. Di sisi lain, para pecinta merek lokal juga ingin memiliki tempat atau kontainer untuk memajang produk mereka di tempat yang dapat dijangkau langsung oleh audiens. Oleh karena itu, SPOKATS hadir di sini,” kata Triangga .
Melalui keterlibatannya dalam inisiatif ini, Arie ikut mengelola sebuah gerai ritel fisik yang memiliki misi khusus untuk mengkurasi merek lokal. Gerai ini menjadi wadah bagi kurasi berbagai produk alas kaki buatan anak bangsa yang memiliki standar mutu tinggi. Namun bagi Arie, proyek kolaborasi ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar aktivitas berburu keuntungan.
”Spokat bukan hanya tentang sepatu, tetapi tentang mimpi. Di balik semua ini, ada ratusan hingga ribuan mimpi para pengrajin dan ahli produksi di Indonesia yang memiliki impian, kapan karya mereka dapat masuk ke pusat perbelanjaan besar?” kata Arie.
Kehadiran toko fisik ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan langsung antara kreativitas perajin daerah dengan pasar modern di kota besar. Dengan menyajikan tempat display yang representatif, produk lokal kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi babak baru bagi penguatan ekosistem kreatif di Indonesia. (BRG/Kul)










