koranindopos.com – Jakarta. Jumlah korban jiwa akibat kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali bertambah. Hingga Selasa (9/12/25) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan.
Semua jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sejumlah petugas juga mengalami luka-luka saat melakukan evakuasi akibat pecahan kaca dan serpihan bangunan.
Karumkit RS Bhayangkara Polri Kramatjati, Brigjen Pol. Prima Heru, mengimbau keluarga yang mencari anggota keluarganya untuk membawa identitas dan foto korban—khususnya foto yang memperlihatkan bentuk gigi—guna memudahkan proses pencocokan.
“Permohonan kami untuk keluarga yang kehilangan, bisa membawa foto korban yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Mungkin ada gambar sidik jari dan lain-lain,” kata Prima.
Hingga saat ini, 21 kantong jenazah telah diterima tim DVI RS Polri. Proses identifikasi melibatkan tim antemortem, postmortem, serta pemeriksaan DNA yang berkoordinasi dengan Universitas Indonesia dan Inafis Polri.
Namun, pemeriksaan lanjutan termasuk autopsi belum dapat dilakukan karena masih menunggu surat permohonan resmi dari penyidik.
“Saat ini kita belum melakukan pemeriksaan karena belum ada permintaan dari penyidik. Kita menunggu surat tersebut untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi,” ujarnya.
Sejumlah keluarga korban telah mendatangi posko antemortem di RS Polri. Kehadiran keluarga diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi melalui pencocokan data biometrik maupun DNA.
“Saat ini sudah ada beberapa keluarga yang datang di posko antemortem,” kata Prima.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Proses identifikasi dan pemulihan korban masih terus berlangsung. (hai)















