Koranindopos.com – MUARO JAMBI. Kebakaran lahan di kilometer 34, RT. 07, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi menelan korban jiwa, Kamis sore (09/02/23).
‘R’ warga kecamatan Sekernan yang merupakan seorang pensiunan guru SMP ditemukan warga sudah tak bernyawa dalam posisi tubuh tertelungkup dilahan miliknya.
Pria berusia 60 tahun tersebut diduga meregang nyawa akibat terbakar api yang membakar lahan miliknya di pinggir jalan lintas timur sumatera itu.
Kepala Desa Bukit Baling, Robani membenarkan hal ini. Menurutnya, luas lahan yang terbakar di perkirakan hampir mencapai setengah hektar.
Warganya itu meninggal dunia saat membersihkan lahan yang akan didirikan bangunan diatasnya.
Ia diduga panik dan terjatuh saat hendak memadamkan api besar yang membakar lahan nya.
“Beliau membersihkan lahan untuk perkarangan rumah. Terus yang saya tau juga bapak itu ada riwayat penyakit juga, kencing manis. Saat itu mungkin dia kaget api membesar, saat hendak melakukan pemadaman ia diduga terjatuh dan meninggal di lokasi,”kata Robani, Jum’at (10/02/23).
Robani menjelaskan, 40 persen kondisi tubuh korban mengalami luka bakar. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Dari kaki sampai ke tangan korban ada luka terbakar,”ujarnya.
Saat kejadian kebakaran, personel dan armada kebakaran pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergegas mendatangi lokasi, api akhirnya bisa dijinakkan dan tidak meluas.
Pengamatan dilokasi lahan yang terbakar, terlihat tumpukan batu bata, pasir dan batu split. Menurut Kepada Desa, di lahan yang terbakar ini akan di bangun rumah oleh korban.
“Ia membuka lahan untuk membangun rumah. Yang terbakar itu hanya beberapa tumbuk lah luasnya, tidak sampai setengah hektar,”ungkap Robani.
Robani mengimbau warga nya tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Imbauan saya kepada masyarakat di Desa Bukit Baling, inikan kelihatannya sudah masuk musim kemarau. Membakar lahan itu dilarang. Jangan ada kebakaran lahan lagi, cukuplah yang ada ini. Jangan sampai menambah korban lagi,”pungkasnya.(her)










