Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Kemenhut Resmikan Lembah Aviary dan Penangkaran Rusa Timor, serta Lepasliarkan Dua Elang Jawa di Lanskap Megamendung

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
10 Juni 2026
in Ekonomi
A A
0
Kemenhut Resmikan Lembah Aviary dan Penangkaran Rusa Timor, serta Lepasliarkan Dua Elang Jawa di Lanskap Megamendung
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, BOGOR – Menteri Kehutanan diwakili oleh Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi berbasis bentang alam yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat.

Dua individu Elang Jawa yang dilepasliarkan adalah betina bernama Agni dan jantan bernama Beta. Elang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang menjadi salah satu spesies prioritas konservasi Indonesia sekaligus indikator penting kesehatan ekosistem hutan pegunungan Jawa.

Agni berasal dari Lembaga Konservasi (LK) Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) dan Beta berasal dari LK Yayasan Konservasi Cikananga (YCKT) telah menjalani proses rehabilitasi, habituasi, serta evaluasi teknis selama kurang lebih dua tahun enam bulan sebelum dinyatakan layak kembali ke habitat alaminya. Untuk mendukung pemantauan pasca pelepasliaran, individu ini dilengkapi GPS Tracker yang memungkinkan tim konservasi memantau pergerakan, pemanfaatan habitat, dan keberhasilan adaptasinya di alam.

Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada LK PKEK dan YCKT atas kontribusinya dalam mendukung konservasi Elang Jawa melalui penyelamatan satwa, rehabilitasi, dan peningkatan peluang keberhasilan pelepasliaran. Keberhasilan pelepasliaran satwa liar tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan rehabilitasi dan penangkaran, tetapi juga oleh kesiapan habitat dan dukungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga habitat serta mencegah berbagai ancaman terhadap satwa liar, termasuk perburuan.

Artikel Terkait

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

Selain pelepasliaran Elang Jawa, Dirjen KSDAE juga meresmikan Lembah Aviary Paseban yang dikembangkan sebagai fasilitas konservasi ex-situ non-komersial untuk mendukung konservasi burung Indonesia melalui pendidikan lingkungan, penelitian, pengembangbiakan yang bertanggung jawab, serta pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.

Rangkaian kegiatan turut ditandai dengan peresmian Penangkaran Rusa Timor sebagai bagian dari pengembangan pusat konservasi satwa dan pendidikan lingkungan di kawasan tersebut. Kedua fasilitas ini dikembangkan dengan prinsip bahwa konservasi ex-situ bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mendukung pemulihan populasi satwa di alam serta memperkuat fungsi ekosistem.

Inisiatif yang berkembang di kawasan ini dipimpin oleh Yayasan Paseban melalui pendekatan yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pertanian organik berkelanjutan, penelitian, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut berawal dari praktik pertanian organik yang dirintis sekitar enam belas tahun lalu dan kemudian berkembang menjadi gerakan pemulihan bentang alam yang lebih luas.

Dirjen KSDAE, Satyawan menyampaikan arahan Menteri Kehutanan dan apresiasi kepada Yayasan Paseban, BBKSDA Jawa Barat, Perum Perhutani, Lembaga Konservasi, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam di Lanskap Megamendung.

“Upaya konservasi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Apa yang dilakukan di Megamendung menunjukkan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, dan pembangunan yang berkelanjutan dapat berjalan secara selaras,” ujar Satyawan.

Pembina Yayasan Paseban, Andy Utama, menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan di Megamendung merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan.

“Kami memiliki cita-cita sederhana namun besar, yaitu turut berkontribusi mengembalikan Megamendung sedekat mungkin dengan kondisi ekologisnya sebagaimana pernah dikenal sekitar seratus tahun yang lalu. Mungkin kita tidak dapat mengembalikan masa lalu sepenuhnya, tetapi kita dapat memulihkan fungsi-fungsi ekologisnya, memperkuat habitat satwa liar, menjaga sumber air, dan mewariskan bentang alam yang lebih baik kepada generasi berikutnya,” ujar Andy Utama.

Sementara itu, Penasihat Yayasan Paseban, Wiratno, menekankan pentingnya Megamendung sebagai bagian dari bentang alam yang lebih luas.

“Megamendung memiliki arti yang jauh melampaui batas administratifnya. Kawasan ini merupakan bagian penting dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas dan berperan dalam menjaga fungsi ekologis yang manfaatnya dirasakan hingga wilayah hilir. Di tengah tekanan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan kawasan seperti ini menjadi semakin relevan untuk dijaga,” ujarnya.

Lanskap Megamendung memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks konservasi di Pulau Jawa. Kawasan ini merupakan bagian penting dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas. Dalam konsep cagar biosfer, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh kawasan inti, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kawasan penyangga dan zona transisi yang menopang keseluruhan sistem ekologis.

Lanskap Megamendung juga masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang penting bagi Pulau Jawa. Berbagai hasil pemantauan biodiversitas mencatat keberadaan sejumlah spesies kunci seperti Elang Jawa, Surili Jawa, Owa Jawa, Lutung Jawa, Trenggiling Sunda, Banded Linsang, Garangan, Landak Jawa, serta berbagai jenis burung hutan lainnya. Kehadiran spesies-spesies tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini masih mempertahankan fungsi ekologis yang penting sebagai habitat satwa liar dan refuge area di tengah tingginya tekanan pembangunan di Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana konservasi keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pendidikan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi multipihak dapat berjalan secara terpadu dalam satu bentang alam yang utuh. (Riz)

Topik: kemenhutLembah Aviarypenangkaran rusa

TerkaitBerita

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan
Ekonomi

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081
Bisnis

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm
Ekonomi

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

oleh Editor : Akula
21 Juli 2026
Bank Jakarta
Ekonomi

​Diresmikan Rano Karno, Bank Jakarta KCP Kebayoran Park Usung Konsep Future Branch

oleh Editor : Akula
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya