Koranindopos.com – Magelang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Khususnya melalui desa wisata.
Kehadiran desa wisata dianggap dapat memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Martini M. Paham mengatakan, sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas dan pengembangan satu destinasi.
Martini menyatakan, terdapat tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi. Yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A. ”Tapi tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,” kata Martini dalam rilis Kemenparekraf, Selasa (27/6).
Karena itu, lanjut Martini, Kemenparekraf bekerja sama dengan World Bank dalam menyelenggarakan program “Sosialisasi Sadar Wisata” yang merupakan bagian dari payung program “Kampanye Sadar Wisata”. ”Tujuannya mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya,” jelas dia.
Menurut Martini, peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata meliputi pentingnya penerapan Sapta Pesona, Pelayanan Prima, CHSE, pengelolaan homestay, perencanaan bisnis serta manajemen konflik. Pada tahun ini kampanye sadar wisata secara keseluruhan akan berlangsung di 90 desa wisata di 6 destinasi pariwisata prioritas.
”Di Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi,” papar Martini. Menurutnya, kampanye sadar wisata merupakan peluang yang sangat bagus bagi masyarakat untuk belajar. Peran masyarakat harus dijaga agar bersama-sama memajukan destinasi, mempromosikan, dan memenuhi pendekatan kualitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.









