koranindopos.com – Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan terhadap penyakit cacar air (Varicella) dan gondongan (Mumps). Langkah ini diambil menyusul terjadinya wabah cacar air yang menyerang 53 pelajar di SMPN 8 Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu. Dalam upaya penanggulangan, pihak sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua minggu dan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kelas.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa SE ini akan diterbitkan oleh Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes kepada seluruh kepala dinas kesehatan (dinkes) di tingkat provinsi, kabupaten, kota, serta fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia.
Aji menekankan pentingnya fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pemantauan dan surveilans yang ketat terhadap kasus-kasus cacar air dan gondongan. Hal ini dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk laporan berbasis kejadian di aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini & Respons).
“Fasilitas kesehatan diimbau untuk memperkuat kewaspadaan dan mendiseminasi informasi kepada masyarakat terkait penyakit ini guna mencegah dan mengendalikan penyebarannya,” tambah Aji, seperti dilansir dari Antara, Kamis (31/10/2024).
Aji juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan beberapa tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita, serta menerapkan etika batuk yang baik.
“Jika anak-anak usia sekolah mengalami gejala Mumps atau Varicella, segera lakukan isolasi mandiri di rumah dan terapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai mereka sembuh,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melalui Instagram resminya menjelaskan gejala dari kedua penyakit yang kini tengah merebak di sekolah. Gejala cacar air (Varicella) meliputi ruam merah dan lenting yang gatal di seluruh tubuh, demam, dan rasa letih. Sementara itu, gondongan (Parotitis) ditandai dengan pembengkakan di leher, nyeri saat makan, dan demam tinggi.
Kedua penyakit ini sangat menular, sehingga Dinas Kesehatan mengingatkan orang tua untuk menghindari kontak anak-anak dengan penderita. “Ingat, kedua penyakit ini sangat menular! Hindari kontak dengan yang sakit, dan jangan biarkan anak masuk sekolah sebelum sembuh,” tulis Dinkes Tangsel.
Penyebaran penyakit gondongan juga mencatatkan peningkatan di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Ketua Tim Kerja Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi, melaporkan bahwa tahun ini telah ditemukan 169 kasus gondongan, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang tidak ada kasus sama sekali.
Dia mengimbau orang tua dan sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) demi pencegahan penyakit. “Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan, tidak berbagi peralatan, dan menerapkan etika batuk yang baik,” ungkapnya.
Dengan penerbitan Surat Edaran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan langkah-langkah pencegahan dapat dioptimalkan untuk meminimalisir penyebaran cacar air dan gondongan di lingkungan sekolah dan masyarakat luas.(dhil)










