koranindopos.com – Jakarta. Arus kendaraan pemudik terlihat padat saat melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026) malam. Peningkatan volume kendaraan yang signifikan membuat petugas memberlakukan sistem satu arah (one way) sepenggal guna mengurai kepadatan di jalur utama penghubung Bandung menuju Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah tersebut.
Kebijakan rekayasa lalu lintas ini diterapkan secara situasional, terutama pada titik-titik rawan kemacetan. Sistem satu arah sepenggal memungkinkan kendaraan dari satu arah melaju lebih lancar, sementara arus dari arah berlawanan dihentikan sementara secara bergantian.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Nagreg pada periode tersebut mencapai sekitar 129 ribu unit. Lonjakan ini seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idulfitri, di mana pergerakan pemudik dari wilayah Jabodetabek menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah meningkat tajam.
Mayoritas kendaraan didominasi sepeda motor dan mobil pribadi yang membawa barang bawaan khas mudik. Antrean panjang sempat terjadi di beberapa titik akibat tingginya volume kendaraan serta aktivitas masyarakat di sekitar jalur arteri.
Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait terus bersiaga untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Selain penerapan one way sepenggal, skema buka-tutup juga diberlakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan meminimalkan kemacetan panjang.
Meski puncak arus mudik dilaporkan telah terjadi pada H-3 Lebaran, arus kendaraan pada malam hari masih terpantau padat. Hal ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pemudik yang memilih berangkat selepas berbuka puasa hingga malam hari untuk menghindari cuaca panas dan kepadatan siang hari.
Dengan berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan, diharapkan perjalanan pemudik yang melintasi jalur Nagreg dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terkendali.(dhil)










