Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film “Pelangi di Mars”

Editor : Akula oleh Editor : Akula
18 Juli 2025
in Film dan Musik
A A
0
Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film “Pelangi di Mars”
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Ada Pelangi si gadis kecil berusia 12 tahun, Banyu sang ayah yang penuh luka masa lalu, serta Pratiwi sang ibu yang misterius meninggalkan jejak di planet Mars. Mereka adalah tiga karakter utama dalam film fiksi ilmiah terbaru bertajuk Pelangi di Mars.

Tak kalah mencuri perhatian, hadir pula jajaran robot unik yang menemani perjalanan Pelangi, mulai dari Batik robot bercorak budaya Indonesia, Kimci si robot dengan cita rasa Korea, Petya yang kental dengan nuansa Rusia, hingga Yoman yang membawa warna Jamaika. Semua karakter ini dirajut dalam kisah tentang harapan manusia saat bumi menghadapi kehancuran.

Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars tak hanya sekadar film petualangan biasa. Ia adalah visi besar tentang masa depan, tentang bagaimana anak manusia dan mesin bisa berkolaborasi demi menyelamatkan peradaban. Film ini mengambil latar tahun 2090 ketika bumi menghadapi krisis air bersih akibat keserakahan korporasi raksasa bernama Nerotex. Ketika kondisi di bumi semakin genting, harapan justru lahir dari Mars, tempat Pelangi menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di sana.

“Saya ingin ada kisah orang Indonesia yang hidup di Mars, menjelajahi planet itu bersama robot-robotnya,” ujar Upie Guava dalam konferensi pers di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025). Ia menyebut ide ini sudah terpikir sejak tahun 2020, namun baru terealisasi ketika Mahakarya Pictures bersedia bergandengan tangan untuk mewujudkannya.

Artikel Terkait

Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

Warna Warni Indonesia, Kolaborasi 8 Penyanyi Lintas Generasi untuk Rayakan Kemerdekaan

Picsart 25 07 18 10 14 02 795 - Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film "Pelangi di Mars"

Tidak tanggung-tanggung, Upie menggunakan teknologi canggih seperti XR (Extended Reality) dan motion capture untuk memadukan live action dengan animasi. Selama dua minggu penuh, proses motion capture dilakukan, diikuti dengan syuting live action selama 14 hari. “Teknologi XR, motion capture, semua kami pakai untuk menciptakan grafis robot yang nyata,” imbuh Upie.

Robot-robot yang menjadi teman Pelangi tak sekadar karakter tempelan. Masing-masing dirancang dengan identitas budaya yang kuat. Batik, misalnya, adalah representasi kebanggaan Indonesia dengan motif-motif tradisional yang melekat di tubuhnya.

Ada pula Kimci yang mencerminkan budaya Korea, Petya dari Rusia, serta Yoman dengan semangat Jamaika. Mereka bukan hanya rekan perjalanan, tetapi juga simbol keberagaman dunia yang bersatu dalam misi mulia.

Peran Pelangi dipercayakan kepada Messi Gusti, yang sejak awal sudah mencuri hati sang sutradara. “Begitu ketemu Messi, saya langsung tahu dia yang cocok jadi Pelangi. Ini sudah jodohnya,” kata Upie.

Sementara itu, Lutesha berperan sebagai Pratiwi sang ibu, dan Rio Dewanto memerankan Banyu sang ayah.

Pengalaman menggunakan teknologi XR menjadi tantangan baru bagi para aktor. Lutesha mengaku harus banyak berimajinasi lantaran syuting dilakukan di studio dengan bantuan teknologi virtual.

“Hasil akhirnya jauh berbeda dengan bayangan saat syuting. Tapi ternyata keren banget, bikin bangga,” kata Lutesha.

Rio Dewanto pun berbagi pengalaman serupa, terutama ketika harus mengenakan kostum astronaut yang berat dan membuat gerah.

“Ada kipas di dalam baju, tapi malah jadi berisik, susah dengar orang ngomong,” ujarnya sambil tertawa.

Film ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Direktur Utama PFN, Ifan Seventeen, hingga Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Generasi Muda dan Pekerja Seni ikut membantu mengawal produksi film ini. Bahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut memberikan support untuk memperkuat industri film lokal agar bisa unjuk gigi di kancah global.

Produser Mahakarya Pictures, Dendi Reynando, mengaku langsung jatuh hati pada gagasan film ini. Sebagai ayah tiga anak, ia melihat pentingnya menghadirkan tontonan keluarga berkualitas asal Indonesia.

“Masa depan peradaban ada di tangan anak-anak. Semoga film ini bisa men-trigger imajinasi mereka,” ucap Dendi.

Dalam Pelangi di Mars, penonton diajak menelusuri petualangan Pelangi dan robot-robotnya dalam mencari Zeolith Omega, mineral ajaib yang diyakini dapat memurnikan air di bumi. Perjalanan ini bukan sekadar eksplorasi planet merah, tetapi juga refleksi tentang persahabatan, keberanian, dan pentingnya menjaga harapan di tengah keterpurukan.

Upie Guava menegaskan bahwa dalam film ini ia tidak ingin meninggalkan identitas budaya Indonesia meski latarnya di planet lain.

“Makanya saya masukkan budaya Indonesia lewat robot Batik. Ini penting biar dunia tahu kita punya ciri khas,” ungkapnya.

Bagi Upie, Pelangi di Mars adalah pembuktian bahwa sineas Indonesia bisa membuat karya bertaraf internasional, bahkan menantang dominasi Hollywood. “Pahlawan itu nggak harus sejarah masa lalu. Kita bisa punya superhero lokal lewat film ini,” tegasnya.

Dengan visual yang memukau, teknologi kelas dunia, serta narasi yang menyentuh, Pelangi di Mars siap menjadi pembuka jalan baru bagi perfilman Indonesia di genre fiksi ilmiah. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajakan untuk terus bermimpi karena masa depan selalu dimulai dari imajinasi yang paling liar sekalipun.

 

Topik: Pelangi di marsRio dewantoUpie Guava

TerkaitBerita

Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic
Film dan Musik

Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

oleh Editor : Akula
10 Agustus 2026
Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?
Film dan Musik

Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026
Warna Warni Indonesia, Kolaborasi 8 Penyanyi Lintas Generasi untuk Rayakan Kemerdekaan
Film dan Musik

Warna Warni Indonesia, Kolaborasi 8 Penyanyi Lintas Generasi untuk Rayakan Kemerdekaan

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang di IMAX, Jerome Kurnia Antusias Sambut Pengalaman Baru
Film dan Musik

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang di IMAX, Jerome Kurnia Antusias Sambut Pengalaman Baru

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

KASUS TPPU: Kejagung usut TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah. (Foto: ANTARA FOTO/)

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Emas 74 Kg dan Uang Rp 543 M

11 Agustus 2026
KATA SEPAKAT: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. (Foto Ilustrasi: Twitter/@IsraeliPM)

Senator AS Sebut Trump Telah Kalah Dalam Perang Iran

11 Agustus 2026
HASIL MENGECEWAKAN: Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto: (c) Ducati Corse)

Hasil MotoGP Inggris Menjadi Pukulan Berat Bagi Marc Marquez

11 Agustus 2026
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

10 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4291 shares
    Share 1716 Tweet 1073
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya