Koranindopos.com – Jakarta. Dalam rentang waktu lima tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada sebanyak 5 ribu bencana di Jakarta. Hal itu disampaikan oleh Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Michael O. Sitanggang.
”Ada hampir 5.000 kejadian bencana. Itu secara keseluruhan, ada bencana kebakaran, banjir, dan lain sebagainya. Kalau spesifiknya saya perlu cek lagi. Tapi, yang paling mendominasi memang data kebakaran dan kejadian banjir,” terang Michael kepada awak media.
Michael menyebutkan, yang paling banyak adalah kebakaran. ”Itu yang memang paling sering terjadi,” terangnya. Untuk penyebabnya, dia menyebutkan ada beberapa hal. Yakni, korsleting listrik, kebocoran gas, dan penyebab lainnya.
Sementara selanjutnya untuk bencana yang besar yakni banjir. Dia menyebutkan paling banyak karena kiriman dari hulu. ”Kalau potensi banjir paling besar itu jelas dari hulu, baru disusul banjir rob, lalu banjir lokal akibat curah hujan tinggi,” katanya.
Untuk banjir, yang paling berbahaya itu saat ancaman banjir berasal dari dua sumber. Yakni, banjir dari hulu disertai dengan curah hujan yang tinggi di Jakarta. ”Banjir kalau yang paling mengancam itu dari hulu dan lokal. Jadi, kalau memang dua ancaman ini terjadi dalam waktu bersamaan. Ini wilayah yang perlu kami antisipasi biasanya banyak terjadi banjir di daerah Jakarta Timur, Selatan, dan Barat, daerah-daerah yang dilintasi aliran sungai ciliwung,” ujarnya. Adapun sungai yang paling berpotensi menyebabkan banjir yakni Sungai Ciliwung dan Angke.
Untuk antisipasi bencana di Jakarta, dia menyebutkan bukan hanya BPBD DKI yang bertugas. Untuk struktural, dia menyebutkan Dinas Sumber Daya Air DKI salah satu yang menyiapkan mitigasi bencana banjir. Yakni, dengan program naturalisasi, drainase vertikal, serta pembangunan tanggul di Jakarta Utara untuk mengatasi banjir rob.
”Kalau non struktural, di BPBD kami lebih kepada fungsi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan juga peningkatan kapasitas, juga simulasi. Lalu, kami juga sedang menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). Kalau RPB ini sudah ada, ini juga nanti akan ada pergubnya,” jelasnya.
Dalam RPB 2023-2027 yang sedang proses penyusunan tersebut, dia menyebutkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI menyiapkan seperti apa roadmap penanggulangan bencana di Jakarta ke depan. (wyu/mmr)










