Koranindopos.com, JAKARTA-Kompetisi bahasa, bursa kerja, dan teknologi menjadi satu kesatuan. Itulah ajang yang dinisiasi oleh Universitas Bunda Mulia (UBM) dan ChineseRd yang disebut Mandarin Champion. Acara yang telah menginjak tahun kedua tersebut menggabungkan ketiganya menjadi ekosistem yang relevan dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, penyelenggara membuka kompetisi membaca puisi dan pidato dalam Bahasa Mandarin. Tahun lalu, tingkat partisipasi sekolah pada ajang tersebut cukup tinggi. Tercatat 1.700 peserta dari seluruh Indonesia. Mulai dari jenjang SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia Symphony Akelba Christian menjelaskan, dalam kompetisi itu, para peserta tidak hanya diuji dari sisi pelafalan, tetapi juga kemampuan interpretasi, penghayatan, serta penyampaian ide secara komunikatif dalam bahasa Mandarin.
”Kami melihat bahwa peserta tidak hanya memiliki dasar bahasa yang kuat, tetapi juga mampu berpikir dan mengekspresikan gagasan dalam bahasa Mandarin. Inilah tujuan utama pendidikan bahasa, yaitu menjadikan bahasa sebagai alat komunikasi, pemahaman, dan pengembangan diri yang nyata,” beber Symphony dalam sambutannya saat final dan penganugerahan penghargaan kepada pemenang Kompetisi Bahasa Mandarin di Kampus UBM, Lodan Raya, Pademangan, Jakarta Utara pada Rabu (22/4/2026).
Sementara itu, Konselor Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Mr. Chen Wu menegaskan, penguasaan Bahasa Mandarin tidak hanya menjadi keterampilan bahasa semata. Tetapi, juga membuka lebih banyak peluang untuk berpartisipasi dalam komunikasi internasional dan pengembangan karier. ”Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta memperlihatkan semakin eratnya kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang,” ujar Mr. Chen Wu di atas podium.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Mandarin Job Fair turut diselenggarakan dengan menghadirkan lebih dari 15 perusahaan ternama. Di antaranya; Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, Air China Limited Jakarta Office, dan PT Zisheng Pacific Trading (Mixue). Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan dunia industry serta membuka peluang karier yang luas. Dalam kesempatan yang sama, ChineseRd juga meluncurkan platform karier digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Itu dirancang untuk mempertemukan talenta dengan kebutuhan industri secara lebih efektif.
Direktur ChineseRd Guo Xinlin mengklaim, platform tersebut berbeda dengan portal kerja konvensional. Platform karier digital ChineseRd merupakan ekosistem strategis yang menghubungkan talenta dengan perusahaan secara lebih terarah melalui sistem rekrutmen berbasis AI. ”Teknologi ini memungkinkan proses seleksi awal dan pencocokan peran dilakukan secara presisi, sehingga perusahaan dapat menyaring kandidat dengan lebih efektif. Sementara pencari kerja memperoleh peluang yang sesuai dengan kompetensinya,” tutur Guo Xinlin. (rls/why/mmr)










