Rabu, 27 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi Gadget

Meta Berupaya Hentikan Peredaran Buku Memoar Mantan Karyawan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
15 Maret 2025
in Gadget
A A
0
meta
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Meta kembali menjadi sorotan setelah berupaya menghentikan peredaran buku memoar seorang mantan karyawan yang berisi berbagai pengungkapan terkait kebijakan internal perusahaan. Seorang arbiter memihak Meta dan memutuskan bahwa penulis buku tersebut harus berhenti menjual serta mempromosikan tulisannya.

Drama ini bermula dari buku memoar berjudul Careless People: A Cautionary Tale of Power, Greed, and Lost Idealism yang ditulis oleh Sarah Wynn-Williams. Ia adalah mantan karyawan divisi kebijakan publik Facebook yang kini beralih menjadi whistleblower. Buku ini berisi pengalaman pribadinya selama bekerja di Facebook dari tahun 2011 hingga 2017, termasuk interaksinya dengan eksekutif tinggi seperti Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, dan Joel Kaplan.

Dalam buku tersebut, Wynn-Williams menggambarkan berbagai praktik di dalam perusahaan yang menurutnya menunjukkan sisi kelam dari raksasa teknologi tersebut, termasuk keputusan strategis yang dinilai lebih mengutamakan keuntungan ketimbang etika dan kepentingan publik.

Setelah upaya hukum yang dilakukan Meta, seorang arbiter akhirnya berpihak kepada perusahaan tersebut. Keputusan ini mengharuskan Wynn-Williams untuk menghentikan distribusi bukunya serta menghentikan segala bentuk promosi yang berkaitan dengan isi memoar tersebut.

Artikel Terkait

HONOR Rilis Pad X8b di Indonesia, Tablet Keluarga Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta

Samsung Jual Galaxy Z Fold7 dan Flip7 Refurbished, Harga Lebih Ramah di Kantong

Perangkat Terbaik untuk Bermain Game 2026: Ponsel Terbaru Mana yang Cocok untuk Memainkan Game Mobile Intensif?

Meta sendiri beralasan bahwa buku tersebut melanggar perjanjian kerahasiaan (NDA) yang ditandatangani oleh Wynn-Williams saat masih bekerja di perusahaan. Menurut Meta, pengungkapan informasi yang dilakukan dalam buku itu bisa merugikan perusahaan dan menyesatkan publik.

Sarah Wynn-Williams sendiri menganggap tindakan Meta sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berbicara dan upaya untuk mengontrol narasi yang beredar tentang perusahaan. Ia menegaskan bahwa buku yang ditulisnya didasarkan pada pengalaman pribadi dan bertujuan untuk memberi wawasan kepada publik tentang dinamika internal salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

“Saya percaya masyarakat berhak tahu bagaimana keputusan di perusahaan sebesar Meta dapat memengaruhi dunia digital yang kita tinggali saat ini,” ujar Wynn-Williams dalam pernyataannya.

Keputusan ini memicu reaksi beragam dari publik dan pemerhati industri teknologi. Sebagian pihak mendukung langkah Meta dalam menegakkan perjanjian kerahasiaan, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk sensor terhadap mantan karyawan yang ingin berbicara secara terbuka.

Kasus ini juga menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Meta, terutama terkait transparansi dan pengelolaan kebijakan internalnya. Dengan semakin banyaknya whistleblower yang berbicara, perhatian publik terhadap praktik bisnis Meta diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu mendatang.(dhil)

Topik: Meta

TerkaitBerita

HONOR
Teknologi

HONOR Rilis Pad X8b di Indonesia, Tablet Keluarga Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta

oleh Editor : Hana
26 Mei 2026
Galaxy Z Fold7 dan Flip7
Teknologi

Samsung Jual Galaxy Z Fold7 dan Flip7 Refurbished, Harga Lebih Ramah di Kantong

oleh Editor : Hana
3 Mei 2026
Samsung Galaxy S26
Teknologi

Perangkat Terbaik untuk Bermain Game 2026: Ponsel Terbaru Mana yang Cocok untuk Memainkan Game Mobile Intensif?

oleh Editor : Hanasa
25 Maret 2026
HUAWEI Mate X7
Teknologi

Desain Tipis, Tangguh, dan Kamera Unggulan: HUAWEI Mate X7 Kini Hadir di Indonesia

oleh Editor : Hanasa
6 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

TELEKOMUNIKASI: Sebuah tower base transceiver station (BTS) berdiri menjulang di tengah pulau. (Foto Ilustrasi: Dok./Telkomsel)

Klaim Pembangunan Infrastruktur BTS Tingkatkan Ekonomi Regional

26 Mei 2026
Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com

Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com

26 Mei 2026
Forum Jupnas Gizi Minta Masyarakat Waspada Penawaran Dapur SPPG, Dukung Hotline SAGI 127

Forum Jupnas Gizi Minta Masyarakat Waspada Penawaran Dapur SPPG, Dukung Hotline SAGI 127

26 Mei 2026
Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3262 shares
    Share 1305 Tweet 816
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Heboh “Pocong” di Cipondoh Tangerang Dipastikan Hoax, Warga Sempat Patroli Malam

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • PSSI Segera Jual Tiket FIFA Matchday 2026

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya