Rabu, 9 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
9 September 2026
in Ekonomi
A A
0
Pasar Keuangan Mulai Menguat, Investor Disarankan Terapkan Strategi Investasi Selektif

Foto: dok. mirae asset

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta — Penguatan pasar keuangan domestik mulai memberikan ruang bagi investor untuk kembali menata portofolio investasi. Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, investor tetap disarankan selektif dalam memilih instrumen dan tidak sekadar mengejar momentum penguatan pasar.

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri menilai strategi portofolio saat ini lebih tepat diarahkan pada pendekatan balanced selective risk taking dibandingkan aggressive risk-on.

Menurut Novani, profil risk-reward aset domestik mulai membaik seiring penguatan rupiah dan meningkatnya aliran dana asing. Namun, investor masih perlu memperhitungkan tekanan inflasi serta kondisi suku bunga global yang dapat memicu volatilitas pasar.

Dari pasar valuta asing, rupiah menguat dari sekitar Rp17.722 per dolar AS pada akhir Agustus menjadi Rp17.642 per dolar AS pada 4 September 2026.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Saham Penguatan Mendominasi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,627 Juta per Gram

Novani menilai penguatan rupiah dan meningkatnya foreign flow menunjukkan adanya ketahanan pada aset domestik, meskipun tekanan dari pasar global masih perlu diperhatikan.

Di pasar pendapatan tetap, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di sekitar 7,11 persen. Level tersebut dinilai kembali memberikan peluang entry yield yang lebih menarik bagi investor.

Meski demikian, strategi investasi pada obligasi tetap perlu dilakukan secara bertahap karena volatilitas suku bunga dan risiko duration masih cukup tinggi.

“Reksa dana obligasi kembali sedikit lebih menarik setelah SBN 10Y naik ke 7,11%, tetapi preferensi tetap pada portofolio yang berfokus pada obligasi short-to-medium duration, dengan extension ke tenor panjang dilakukan bertahap karena volatilitas duration masih tinggi,” ujar Novani.

Sementara itu, pada instrumen reksa dana saham, membaiknya aliran dana asing dan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberikan ruang bagi investor untuk mempertahankan eksposur pada saham dengan fundamental berkualitas.

Fokus terutama diarahkan pada saham berkapitalisasi besar dan memiliki likuiditas tinggi. Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi volatilitas serta dispersion yang meningkat di pasar saham.

Kondisi tersebut membuat investor tidak disarankan meningkatkan eksposur secara agresif hanya karena pasar sedang menunjukkan tren positif.

Pendekatan bertahap dinilai lebih sesuai untuk mengelola risiko sekaligus tetap memberikan kesempatan memperoleh potensi pertumbuhan dari pasar saham.

Di sisi lain, reksa dana pasar uang masih memiliki peran penting sebagai liquidity anchor dalam portofolio investasi.

Instrumen ini dapat membantu investor menjaga likuiditas sekaligus menjadi tempat penempatan dana yang memiliki kebutuhan penggunaan dalam jangka pendek.

Namun, Novani memperkirakan forward return reksa dana pasar uang berpotensi mengalami normalisasi apabila biaya likuiditas menurun ke depan.

Meski demikian, instrumen tersebut dinilai masih lebih menarik dibandingkan jika dana hanya ditempatkan dalam deposito perbankan.

Dengan kondisi pasar saat ini, investor perlu melihat reksa dana pasar uang bukan semata-mata dari sisi imbal hasil, tetapi juga berdasarkan fungsi instrumen tersebut dalam menjaga fleksibilitas portofolio.

Novani menilai pendekatan yang lebih seimbang menjadi penting, terutama bagi investor dengan profil risiko moderat.

Sebagai gambaran indikatif, alokasi portofolio dapat terdiri dari:

Instrumen Alokasi
Reksa dana pasar uang 35%
Reksa dana pendapatan tetap 40%
Reksa dana saham 25%

Komposisi tersebut bukan rekomendasi yang berlaku untuk seluruh investor. Alokasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta horizon investasi masing-masing.

Dengan pembagian tersebut, setiap jenis reksa dana dapat memiliki fungsi yang berbeda. Reksa dana pasar uang berperan menjaga likuiditas, reksa dana pendapatan tetap membantu mengelola volatilitas sekaligus memanfaatkan peluang dari kenaikan yield, sedangkan reksa dana saham menjadi sumber potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.

Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan mengatakan investor perlu memahami fungsi masing-masing jenis reksa dana sebelum menentukan pilihan.

Menurutnya, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada produk dengan imbal hasil tertinggi atau kinerja satu tahun terakhir.

Investor dengan kebutuhan likuiditas tinggi dan dana yang akan digunakan dalam jangka pendek dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang.

Sementara itu, kenaikan yield obligasi mulai membuka peluang bagi reksa dana pendapatan tetap. Adapun reksa dana saham dapat dipertimbangkan oleh investor dengan horizon investasi lebih panjang dan toleransi risiko yang lebih tinggi.

“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya produk mana yang memberikan return paling tinggi, kemudian hanya melihat kinerja 1 tahun terakhir sebagai acuan, tetapi juga apa fungsi produk tersebut di dalam portfolionya. Dengan begitu, keputusan investasi dapat lebih terarah sesuai kebutuhan dan tidak hanya didasarkan pada kondisi pasar dalam jangka pendek,” ujar Francisca.

Kondisi pasar keuangan yang mulai membaik dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali komposisi portofolio.

Namun, perbaikan pasar tidak serta-merta menjadi alasan untuk meningkatkan risiko secara agresif. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi makroekonomi, pergerakan suku bunga, volatilitas pasar, serta perkembangan aliran dana asing.

Bagi investor moderat, kombinasi beberapa jenis reksa dana dapat membantu membagi fungsi portofolio, mulai dari menjaga likuiditas, mengelola volatilitas, hingga memberikan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, strategi investasi yang tepat bukan sekadar mencari instrumen dengan return tertinggi, melainkan memastikan setiap aset memiliki fungsi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan investor.(dhil)

Topik: InvestorMirae Assetpasar keuangan

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Saham Penguatan Mendominasi
Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.639, Saham Penguatan Mendominasi

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,627 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,627 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Laba Pegadaian Meroket 84,6 Persen Jadi Rp6,59 Triliun di Semester I 2026
Ekonomi

Laba Pegadaian Meroket 84,6 Persen Jadi Rp6,59 Triliun di Semester I 2026

oleh Editor : Affandy
7 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

Harga Emas Antam Makin Jatuh, Turun Rp17.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram

9 September 2026
JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

9 September 2026
Scomadi Bawa 4 Skuter Premium ke GIIAS Bandung 2026, Ada Edisi Khusus Racing

Scomadi Bawa 4 Skuter Premium ke GIIAS Bandung 2026, Ada Edisi Khusus Racing

9 September 2026
Aero Astra Akademia Buka Angkatan XII, Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Industri Perhotelan

Aero Astra Akademia Buka Angkatan XII, Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Industri Perhotelan

9 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4453 shares
    Share 1781 Tweet 1113
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya