UKRAINA, koranindopos.com – Invasi Rusia menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat Ukraina, terutama kaum perempuan dan anak-anak, Kementerian Pertahanan Ukraina dalam pernyataannya di Twitter mengatakan, pasukan Rusia memerkosa sepuluh orang. Delapan orang di antaranya adalah anak-anak pada Jumat (20/5).
”Ombudsman: Hari ini, hanya dalam satu jam, sepuluh laporan pemerkosaan yang dilakukan penjajah Rusia, termasuk delapan anak, diterima dari beberapa desa yang baru saja dibebaskan di wilayah Kharkiv,” tulis dalam akun Twitter kementerian tersebut.
Pasukan Rusia memang dikabarkan kerap memerkosa warga di Ukraina selama invasi. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahkan sempat menyebut dugaan pasukan Rusia memerkosa warga Ukraina di depan anak-anaknya sendiri.
Perwakilan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kekerasan seksual dalam perang, Pramilla Patten, mengakui hal tersebut. Dia sudah mendapatkan laporan-laporan semacam itu. ”Saya menerima laporan yang belum terverifikasi terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak laki-laki di Ukraina,” katanya, seperti dikutip The Guardian.
Patten juga mengungkap, cukup sulit bagi korban laki-laki untuk melaporkan kejahatan seksual yang mereka alami. ”Sulit bagi perempuan untuk melaporkan (pemerkosaan, red) karena stigma salah satunya, tetapi lebih sulit bagi laki-laki untuk melaporkan. Kita harus membangun suasana yang aman bagi seluruh korban untuk melaporkan kasus kekerasan seksual,” ucapnya. (cnni/mmr)










