Koranindopos.com, JAKARTA-Real Madrid memasuki fase akhir musim La Liga dengan situasi yang tidak ideal. Selisih poin yang cukup lebar dari Barcelona membuat peluang meraih gelar semakin menipis.
Dengan tujuh pertandingan tersisa, fokus tim kini bergeser. Mereka berupaya menutup musim dengan hasil maksimal meski peluang trofi kian sulit diraih. Di tengah kondisi tersebut, pelatih Alvaro Arbeloa memberikan pandangannya. Ia menyoroti penyebab di balik performa tim yang tidak sesuai harapan sepanjang musim ini.
Real Madrid tertinggal sembilan poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. Kondisi ini membuat mereka memiliki sedikit peluang untuk membalikkan keadaan di sisa musim. Dalam tujuh laga terakhir, tim tetap berambisi meraih kemenangan demi menutup musim dengan catatan positif. Namun, tekanan tetap ada mengingat potensi kegagalan meraih trofi.
Los Blancos tercatat gagal memenangkan enam dari tujuh trofi besar yang mereka ikuti. Jika gagal mengejar Barcelona, maka musim ini akan berakhir tanpa satu pun gelar. Situasi ini menjadi sorotan mengingat standar tinggi yang selalu melekat pada klub tersebut. Tekanan untuk segera kembali ke jalur kemenangan pun semakin terasa.
Alvaro Arbeloa menilai, periode tanpa trofi dalam dua musim terakhir merupakan hal yang jarang terjadi bagi Real Madrid. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas klub di tengah situasi sulit. ”Dua musim tanpa memenangkan apa pun, saya rasa terakhir kali hal tersebut terjadi sekitar 20 tahun lalu. Real Madrid adalah klub di mana segala sesuatunya paling sering berjalan baik,” ujar Arbeloa.
Arbeloa mengakui bahwa ada fase ketika hasil tidak sesuai harapan. Namun, menurutnya, fokus utama harus tetap tertuju pada masa depan. ”Ada saat-saat ketika segala sesuatunya tidak berjalan, tetapi mentalitas klub ini adalah selalu melihat ke depan. Di Real Madrid, tidak ada gunanya terus memikirkan kekalahan, tetapi juga tidak perlu terlalu larut dalam kemenangan,” ujarnya. (bnt/mmr)










