koranindopos.com – Jakarta. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik global memanas akibat konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan tersebut bahkan berdampak pada penutupan jalur perdagangan strategis dunia, yakni Selat Hormuz.
Menurut Amran, pemerintah telah melakukan perhitungan terhadap cadangan pangan nasional guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan global. Dari hasil perhitungan tersebut, stok pangan Indonesia dipastikan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan, cadangan pangan nasional saat ini mampu bertahan hingga sekitar 324 hari,” ujar Amran dalam keterangannya.
Cadangan pangan tersebut berasal dari beberapa sumber utama. Salah satunya adalah stok beras yang tersimpan di gudang milik Perum Bulog yang saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton.
Selain itu, pemerintah juga memperhitungkan potensi produksi dari standing crop atau tanaman padi yang masih berada di lahan persawahan. Potensi produksi dari padi yang masih dalam proses pertumbuhan tersebut diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton.
Dengan kombinasi stok cadangan dan potensi produksi tersebut, pemerintah menilai ketersediaan pangan nasional masih dalam kondisi aman meskipun terjadi dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional.
Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi komoditas dunia, termasuk energi dan pangan.
Namun demikian, pemerintah Indonesia memastikan kondisi tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan pangan utama Indonesia, terutama beras, masih dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global serta memperkuat strategi ketahanan pangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai kondisi.(dhil/dtk)










